Menhub Akan Sediakan 4 Tempat Parkir di Tol Japek II

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 03:40 WIB
Menhub Akan Sediakan 4 Tempat Parkir di Tol Japek II Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan akan menyediakan empat tempat parkir di Tol Japek II. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya bakal menempatkan empat parking bay atau tempat parkir di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II. Tempat parkir itu akan menampung maksimal 10 mobil.

Nantinya tempat parkir itu akan dibuat di KM 20 Tol Japek II dengan posisi, dua di sisi kanan dan dua lainnya di kiri jalan tol.

Ia menyatakan parking bay disediakan demi kenyamanan pengguna tol tersebut


"Kalau untuk Japek, akan ada semacam parking bay [tempat parkir] paling tidak ada 10 mobil di situ," tuturnya kepada awak media di kediaman Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Jakarta, Rabu (25/12).

Selain menyediakan empat parking bay, agar perjalanan lewat Tol Japek III nyaman, ia pun mengimbau masyarakat  untuk memeriksa kendaraan mereka. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mamacu kendaraan mereka di atas kecepatan 80 kilometer per jam.

"Kecepatan tidak boleh melampaui 80 km per jam, persiapkan diri dengan baik artinya mobil memang dalam keadaan baik. Kedua bensinnya cukup, lalu sudah makan. Jangan di tengah-tengah jalan justru mencari makan," pungkas Budi.

Kenyamanan Tol Japek II dipermasalahkan. Salah satunya oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Mereka menyoroti masalah kemacetan di tol tersebut. Selain kemacetan, mereka juga menyoroti ketiadaan pintu keluar darurat. Karena itulah, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadim meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi total manajemen lalu lintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II).

[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan permintaan evaluasi disampaikan terkait kemacetan yang terjadi di ruas tol tersebut saat musim Libur Natal dan Tahun Baru pada Sabtu (21/12) lalu. Ia mengatakan kemacetan yang mengakibatkan penutupan sementara tersebut bisa membahayakan masyarakat.

"Ini bisa membahayakan keamanan dan keselamatan pengguna tol. Jangan sampai jalan tol layang menjadi produk gagal," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (23/12).

Tulus mengatakan agar tidak membahayakan, pengelola tol dan pemerintah perlu mempertimbangkan keberadaan emergency exit atau pintu keluar darurat. Pintu Darurat tersebut bisa dibuka di KM 25.

Keberadaan pintu tersebut diharapkan bisa memberikan jalan keluar sehingga pengguna tol tidak tersandera bila terjadi kemacetan berjam-jam di jalan bebas hambatan tersebut. 

(dni/agt)