Harga Emas Antam Naik ke Level Rp758 Ribu per Gram Usai Natal

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 12:20 WIB
Harga Emas Antam Naik ke Level Rp758 Ribu per Gram Usai Natal Harga emas Antam naik Rp6.000 ke level Rp758 ribu per gram usai natal. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp758 ribu per gram pada Kamis (26/12) atau naik Rp6.000 dari Rp752 ribu per gram pada Senin (23/12). Sementara harga pembelian kembali (buyback) melejit Rp8.000 ribu dari Rp665 ribu menjadi Rp673 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp400,5 ribu, 2 gram Rp1,46 juta, 3 gram Rp2,15 juta, 5 gram Rp3,61 juta, 10 gram Rp7,15 juta, 25 gram Rp17,6 juta, dan 50 gram Rp35,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,2 juta, 250 gram Rp175,25 juta, 500 gram Rp353,8 juta, dan 1 kilogram Rp699,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.506,7 per troy ons atau menguat 0,13 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot naik 0,22 persen ke US$1.503,18 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas akan menguat jelang akhir penutupan pasar. Harga emas di pasar internasional diperkirakan akan bergerak di kisaran US$1.495 sampai US$1.511 per troy ons pada hari ini.

"Harga emas yang kemarin sudah menyentuh kisaran US$1.500 per troy ons kemungkinan akan kembali menguat jelang tahun baru, sekarang emas bergerak lagi di kisaran itu setelah kemarin sempat terkoreksi tipis lalu menguat lagi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/12).

Ibrahim mengatakan ada beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas jelang akhir tahun. Pertama, kepastian pemakzulan Presiden AS Donald Trump oleh DPR AS membuat harga saham berguguran.

Hal ini, kata Ibrahim, mau tidak mau membuat bank sentral AS, The Federal Reserve harus bersiaga untuk turut menjaga sektor keuangan Negeri Paman Sam. Ia melihat The Fed yang sebelumnya memberi sinyal tidak akan banyak mengubah tingkat suku bunga acuan pada 2020 justru bisa saja berbalik arah.

"The Fed terlihat mulai 'bersiap-siap' untuk menurunkan bunga acuan pada 2020, The Fed terlihat punya strategi ketika Trump benar-benar dimakzulkan," katanya.

Kedua, maju mundur kelanjutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga sedikit banyak memberi pengaruh pada aset safe haven seperti emas. Ketiga, belum ada kejelasan pada hubungan AS dan Korea Utara.

"Ini terkait perundingan kedua negara sebelumnya soal denuklirisasi," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/agt)