Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam program BPNT tengah melakukan sinkronisasi data kebutuhan dan kemampuan penyaluran. Mulai dari Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Perum Bulog, dan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) yang menjadi agen penyaluran.
"Saat ini datanya belum ada, berapa sih sebenarnya yang dibutuhkan, terus dari Himbara datanya seperti apa belum ada juga," ungkapnya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (26/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung itu (finalisasi kuota kebutuhan beras), (tetapi) itu belum diputuskan. Next step (langkah berikutnya) baru kami klarifikasi atas (data) valid dari Kemensos dan Himbara. Tapi mulai Januari (sudah mulai) agar bisa lebih maksimal dibandingkan tahun lalu," terangnya.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menambahkan keputusan Bulog menyalurkan kebutuhan beras BPNT sesuai instruksi rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNN]
Keputusan ini diambil agar tidak ada beras Bulog yang berpotensi terbuang percuma seperti tahun ini.
"Itu sudah landasannya dari Inpres," pungkasnya.
Lihat juga:Beras 'Rusak' Bulog Laku Rp23,8 miliar |