Proyek percontohan uji coba program B30 dilaksanakan di Fuel Terminal (FT) Medan Group yang menyuplai B30 ke 256 SPBU.
"Sejak awal Desember hingga kini, FT Medan Group telah menyalurkan sebanyak 47 ribu kilo liter (KL) B30. Hingga kini, uji coba tidak menemui kendala," kata Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo, Kamis (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Resmikan Program B30 Ditemani Ahok |
Menurut Roby, tahun depan B30 juga akan diterapkan di wilayah MOR I lainnya yaitu Provinsi Sumatera Barat, Riau, Aceh dan Kepri dengan target 100 persen. Namun begitu, penerapan B30 ini tidak akan mempengaruhi harga yang berlaku saat ini.
"Sesuai dengan Perpres nomor 24 tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, patokan harga Biodiesel tetap akan mengacu pada indeks pasar minyak solar," terang Roby.
[Gambas:Video CNN]
B30 merupakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, karena emisi gas buang yang memiliki tingkat pencemaran yang rendah tanpa mengurangi performa kendaraan. Selain itu, B30 juga lebih efisien dalam penggunaan bahan baku minyak mentah.
"FAME sebagai bahan campuran B30 juga memiliki "Soap Effect", yaitu dapat membersihkan saluran pembakaran dengan mengangkat endapan sisa pembakaran kendaraan. Sehingga memiliki pembakaran yang relatif bersih dan ramah lingkungan," tuturnya.
Sementara, Fuel Terminal Manager Medan Group, Anas Hasan mengatakan FT Medan Group yang menjadi proyek percontohan uji coba B30 sudah menggunakan metode NGS. Selain itu, pencampuran FAME dan solar menggunakan inline blending melalui jalur pipa.
"Pasokan FAME untuk FT Medan Group berasal dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) PT PHPO (Permata Hijau Palm Oleo). FAME disuplai menggunakan jalur pipa karena produksi atau kilang BUBBN dekat dengan FT Medan. Jadi lebih efisien ketimbang menggunakan kapal atau mobil tangki," bebernya.