Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan perubahan komposisi penempatan investasi akan dilakukan secara bertahap dalam lima tahun ke depan atau 2024 mendatang. Keputusan ini diambil demi memperbaiki keuangan perusahaan.
"Ini profil investasi risiko sedang. Tidak lagi high risk (risiko tinggi) karena mengakibatkan likuiditas rendah. Bisa-bisa tidak ada likuiditas," ujarnya, Jumat (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Dosa-dosa' Jiwasraya Versi Audit BPK 2016 |
Beberapa saham undervalue yang dimaksud, antara lain PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Pool Advista Finance Tbk (POLA), dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE).
"Portofolio saham nilainya turun dari Rp5,6 triliun menjadi Rp1,5 triliun dan reksa dana saham dari Rp12,7 triliun menjadi Rp4 triliun," tutur Hexana.
Begitu juga dengan obligasi pemerintah dari 15 persen menjadi 30 persen. Sisanya, perusahaan akan menempatkan dananya di deposito.
Sementara itu, perusahaan juga akan berupaya melepas kepemilikannya di saham undervalue demi memperbaiki portofolionya. Namun, Hexana mengakui itu bukan hal mudah. "Diupayakan lepas, tapi dijual susah," imbuh Hexana.
Hexana menyatakan perusahaan tak akan melepas investasi sahamnya ke pasar dengan kondisi rugi (cut loss). Hal ini karena akan membuat negara rugi.
Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan Jiwasraya bakal melepas portofolio saham undervalue demi meraup dana segar Rp5,6 triliun. Namun, belum ada target waktu karena menunggu harga saham di pasar naik.
"Kapan jual saham belum tahu, masih lihat nilainya tunggu tinggi dulu. Bergantung pasar. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun," ucap Arya.
Menurut Arya, penjualan saham dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan Jiwasraya. Ini menjadi satu dari tiga strategi yang sedang dilakukan pemerintah, selaku pemegang saham mayoritas di Jiwasraya dalam menyehatkan kembali perusahaan. "Tapi untuk saham-saham detailnya masih kami data apa saja," pungkas Arya.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)