Mengutip data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan seluruh indeks saham di Asia Tenggara membaik tahun ini. Vietnam menggantikan posisi Indonesia di peringkat pertama. VN-Index naik 8,12 persen (ytd) ke posisi 965. Tahun lalu, VN-Index berada di posisi ketiga di Asia Tenggara dengan penurunan sebesar 9,32 persen.
Sementara itu, IHSG tercatat bertambah 1,7 persen (ytd) ke level 6.299. Kondisi ini membaik dibandingkan tahun lalu yang minus 2,54 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, SET Composite Index naik 0,99 persen ke 1.579. Tahun lalu, indeks saham Thailand melemah 10,96 persen.
Lalu, FTSE Bursa Malaysia menjadi satu-satunya indeks saham yang melemah di Asia Tenggara sebesar 4,43 persen ke 1.615. Tahun lalu, indeks saham Malaysia turun 5,83 persen sehingga menempatkannya di posisi kedua.
"Sebagaimana kita ketahui 2019 bukan merupakan tahun yang mudah, jadi itu mempengaruhi terhadap indeks saham dan juga kita lihat bahwasanya IHSG terpengaruh faktor eksternal tersebut," katanya, Senin (30/12).
Hal tersebut juga diamini oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia mengatakan jika 2019 merupakan tahun yang berat bagi pelaku ekonomi. Namun demikian, ia tetap mengapresiasi kinerja IHSG dari negatif menjadi positif tahun ini.
"Dalam lingkungan ekonomi global yang sangat tidak pasti dan volatil, kita semua perlu sinergi untuk jaga perekonomian kita," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)