Dahlan Iskan Buka Suara Soal Gagal Bayar Jiwasraya

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 17:10 WIB
Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan membantah pernah menyetujui pemberian modal tambahan kepada Jiwasraya. eks Menteri BUMN Dahlan Iskan buka suara soal gagal bayar Jiwasraya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menampik kabar yang menyatakan dirinya pernah menyetujui rencana penambahan modal kepada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2012 lalu.

"Seingat saya tidak ada, sudah saya tanya ke mantan staf jawabnya juga begitu," ucap Dahlan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/12).

Baru-baru ini Kementerian BUMN membongkar kronologi gagal bayar dan dugaan korupsi di tubuh Jiwasraya. Menurut mereka, masalah keuangan pemicu gagal bayar Jiwasraya sudah berakar sejak 2006.


Hal itu dipaparkan dalam informasi kronologi yang mereka sebarkan kepada media. Dalam kronologi tersebut, tertulis bahwa Maret 2012 Dahlan menyetujui penambahan modal sebagai jalan penyehatan ke Jiwasraya.

Beberapa alternatif di antaranya penerbitan zero coupond bond, obligasi rekap dan pencarian investor strategis. Sementara, mengutip laman pribadi dahlan, disway.id, ia menuliskan bahwa dirinya sempat membicarakan persoalan Jiwasraya dengan temannya melalui whatsapp ketika sedang berada di pesawat menuju Denpasar.

Ia diberitahu oleh temannya bahwa infografis yang beredar tersebut salah total. Terlebih, Dahlan mengaku sebagai orang yang tak suka merekomendasikan untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN).

"Saya sendiri yakin tidak mungkin melakukan itu. Saya anti PMN, kecuali untuk industri strategis di bawah Kementerian Pertahanan," tulis Dahlan dalam blog pribadinya.

Namun, ia juga sedikit ragu apakah sempat tertipu oleh direksi lama Jiwasraya, sehingga menyetujui pemberian PMN. Dahlan pun menghubungi direksi Jiwasraya pada 2012 untuk mengeceknya kembali.

"Saya mencoba menghubungi dirut lama itu, yang pernah saya puji habis-habisan pada 2012, yang saat itu mampu mencari jalan keluar yang brilian, selain injeksi modal yang saya pasti tidak setuju," katanya.

Namun, Dahlan kembali bertanya kepada temannya melalui Whatsapp mengenai apakah dirinya tertipu oleh kinerja yang dipaparkan oleh manajemen Jiwasraya pada 2012. Dia begitu ingin tahu jawabannya dan siap menerima kabar buruk jika memang tertipu oleh direksi lama.

"Saya juga ingin tahu apakah dulu pun sudah dipraktikkan membeli saham-saham perusahaan yang lampu kuning," papar Dahlan.

Dahlan penasaran apakah penempatan dana investasi di saham bervaluasi rendah (undervalue) baru dilakukan beberapa waktu terakhir atau sejak lama. "Saya tahu belakangan, sejak tiga orang itu main-main di pasar modal," jelasnya.

Tiga orang yang dimaksud bukan direksi Jiwasraya. Menurutnya, tiga orang itu ahli 'goreng' saham di pasar modal.

Diketahui, keuangan Jiwasraya memang sudah sakit sejak 2006 lalu. Mengutip laman resmi jiwasraya.co.id, perusahaan sempat menggelar syukuran yang dihadiri oleh Dahlan pada 2014 lalu karena berhasil menuntaskan pembayaran utang sebesar Rp6,7 triliun.

Ia begitu mengapresiasi pencapaian Jiwasraya karena pembayaran utang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, pelunasan dilakukan tanpa membebani negara.

[Gambas:Video CNN]
"Saya sangat bangga dengan pencapaian Jiwasraya yang tahun ini sudah benar-benar merdeka. Beban utang yang mencapai angka Rp 6,7 triliun diselesaikan sendiri hanya dalam waktu empat tahun," kata Dahlan, dikutip dari laman resmi Jiwasraya.

Perusahaan berhasil membayar utang dengan menggunakan skema reasuransi yang menggandeng mitra perusahaan reasuransi di Amerika Serikat pada 2009. Kemudian, Jiwasraya juga melakukan revaluasi untuk seluruh asetnya.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menanyakan lebih lanjut mengenai upaya apa saja yang dilakukan dalam menyelamatkan keuangan Jiwasraya selama kepada Dahlan selama ia menjadi Menteri BUMN. Namun, Dahlan mengatakan ia lupa.

"Yang menangani langsung Deputi Pak Parikesit (Parikesit Suprapto). Saya tidak punya jasa kecuali memaksa mereka cari jalan lain selain menambahkan modal," katanya.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK