Aktivitas Pabrik China Kian Menggeliat pada Desember 2019

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 04:21 WIB
Aktivitas Pabrik China Kian Menggeliat pada Desember 2019 Ilustras bendera China. (AFP PHOTO / STR).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas pabrik China kembali meningkat pada Desember 2019. Ekspansi tersebut terjadi selama dua bulan berturut-turut di tengah mencairnya perang dagang dengan AS.

Dilansir dari AFP, Selasa (31/12), Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) yang menjadi indikator utama pengukur aktivitas pabrik China berada di level 50,2 per Desember. Menurut Biro Statistik Nasional China (National Bureau of Statistics/NBS), kenaikan serupa terjadi pada bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut melebihi hasil survei analis yang dirilis oleh Bloomberg di angka 50,1. Aktivitas manufaktur China akhirnya melambung pada November setelah terguncang enam bulan berturut-turut.


Menurut NBS, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya permintaan seiring momentum Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Januari mendatang.

Sementara itu indeks aktivitas non-pabrik melambat ke angka 53,5 dari 54,4 pada November. Namun angka Desember masih tinggi, menurut NBS hal ini disebabkan oleh optimisme industri jasa.

"Meski kekuatan yang diperluas oleh PMI manufaktur resmi menunjukkan angka positif untuk pasar, tetapi kami percaya ini mungkin tidak berlangsung lama dan ekonomi akan mencapai titik terendah," ucap Ting Lu, Ketua Ekonom China di Bank Investasi Nomura.

"Kami berharap Beijing akan menggelontorkan langkah-langkah kemudahan meski kelonggaran kebijakan kuarter ke depan akan terbatas," tambahnya.

Tahun ini menjadi tahun yang sulit untuk ekonomi China. Pada 2019, angka pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah selama tiga dekade terakhir. Kondisi itu tak lepas dari berlarutnya penyelesaian perang dagang dengan AS yang memperlambat angka permintaan barang China secara global.

Angin positif kemungkinan bertiup ke arah Beijing dan Washington jika keduanya menandatangani kesepakatan perdagangan terbatas pada Januari.

[Gambas:Video CNN] (wel/sfr)