Sri Mulyani menjelaskan bansos yang akan dicairkan tersebut berbentuk Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera, dan Dana Desa. Percepatan pencairan dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Mekanisme sesuai dengan sidang kabinet yang diputuskan pada Desember 2019 lalu terhadap menteri adalah meminta mereka segera gunakan instrumen fiskal pada Januari atau kuartal I ini," ungkap Sri Mulyani, Kamis (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pencairan anggaran bansos cocok dilakukan lebih dulu lantaran memberi dampak langsung ke masyarakat. Dengan begitu, manfaat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2020 dapat langsung dirasakan masyarakat.
Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran bansos mencapai Rp102,9 triliun atau meningkat 3,3 persen dari outlook realisasi anggaran bansos pada APBN 2019, Rp99,6 triliun.
Terkait ekonomi global tahun ini, Dana Moneter Internasional (IMF) menargetkan pertumbuhan ekonomi dunia moderat hanya 3,4 persen pada tahun ini. Sementara, pertumbuhan ekonomi global tahun lalu diprediksi sebesar 3 persen.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)