Perusahaan Asuransi Mulai Proses Klaim Korban Banjir

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 18:00 WIB
AAUI menyebut perusahaan asuransi mulai memproses klaim dari pemegang polis yang menjadi korban banjir di Jabodetabek. Ilustrasi banjir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan proses pengajuan klaim asuransi akibat musibah banjir yang terjadi di Jabodetabek pada Rabu (1/1) sudah berlangsung. Namun, pihak asosiasi mengaku belum mendapatkan data terkait total klaim yang diajukan pemegang polis.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe mengatakan jenis aset yang diklaim kepada perusahaan asuransi dari musibah banjir biasanya properti dan kendaraan. Namun, ia belum bisa memprediksi total klaim yang diajukan pemegang polis.

"Laporan klaim pasti ada diajukan oleh tertanggung ke perusahaan asuransi penerbit polis. AAUI masih belum mendapatkan rekap data tersebut," kata Dody kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/1).


Dody juga belum bisa menjelaskan secara gamblang klaim yang diajukan dari pemegang saham dari musibah banjir secara historis. AAUI, katanya, masih harus menunggu data yang rinci dari seluruh perusahaan asuransi umum.

"Kami masih belum bisa mengestimasi angkanya," jelas dia.

Diketahui, banjir melanda kawasan Jabodetabek pada Rabu (1/1) hingga Kamis (2/1). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 43 orang tewas hingga Jumat (3/1) pukul 09.00 WIB akibat musibah tersebut.

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jadi wilayah terdampak banjir dengan jumlah korban terbanyak mencapai 16 orang. Disusul oleh Kabupaten Lebak (8), Jakarta Timur (7), Kota Depok (3), Kota Bekasi (3).

Sementara banjir di daerah lain seperti Jakarta Pusat, Barat, Kota Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi masing-masing memakan satu korban tewas.

[Gambas:Video CNN]

Kapusdatin Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan jumlah korban tewas akibat banjir Jabodetabek dihimpun dari data BPBD, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial.

"1 orang hilang, 3 orang hipotermia, 17 orang terseret arus banjir, 5 orang tersengat arus listrik, 12 orang tertimbun tanah longsor serta 5 orang masih dalam pendataan BNPB," kata Agus.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK