Erick Sebut Jiwasraya Bakal Raup Rp2 T dari Holding Asuransi

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 10:41 WIB
Erick Sebut Jiwasraya Bakal Raup Rp2 T dari Holding Asuransi Erick menyebut pembentukan holding bakal hasilkan arus kas hingga Rp2 T untuk nasabah Jiwasraya. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir menyebut rencana pembentukan induk usaha (holding) asuransi untuk PT Asuransi Jiwasraya berpotensi menghasilkan arus kas (cash flow) sekitar Rp1,5 triliun sampai dengan Rp2 triliun bagi nasabah.

"Jiwasraya prosesnya sudah, bahwa step pertama kita membentuk holdingisasi untuk Jiwasraya, di mana holdingisasi ini akan ada cash flow kurang lebih Rp1,5 triliun hingga Rp 2 triliun sehingga nasabah yang selama ini tidak ada kepastian akan ada dana bergulir, karena itu tidak boleh dihentikan," ujar Erick seperti dikutip dari Antara, Senin (6/1).

Erick juga menegaskan hal yang akan dihentikan oleh pihaknya adalah oknum-oknum yang merampok dana para nasabah Jiwasraya.


Erick juga mengaku heran dengan maraknya rumor yang dipelesetkan. Misalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut ambil Jiwasraya, istana yang ambil, atau bahkan Erick sendiri tidak terlepas dari tuduhan rumor bahwa ia turut mengambil uang Jiwasraya.

"Jangan-jangan yang teriak-teriak menuduh begini adalah oknum-oknum yang ketakutan kasus Jiwasraya ini dibongkar, bahkan saya mendengar adanya rencana bahwa pada Minggu depan istana, Kementerian BUMN, KPK akan didemo." ujarnya.

Ia menduga kegerahan itu terjadi karena kasus Jiwasraya sudah masuk ke Kejaksaan Agung.

"Tapi tentu kalau hukum bukan di wilayah saya dan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saya dan ibu Sri Mulyani memastikan nasabah mendapatkan kepastian dari yang sudah wajib terima," ujarnya lagi.

Erick menambahkan bahwa akan ada skema-skema lain yang akan dilakukan, di mana pada intinya Pemerintahan Presiden Jokowi mencari solusi dan bertanggung jawab, tidak melarikan diri.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding BUMN asuransi selesai pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, pemerintah juga masih mencari skema agar klaim nasabah pensiunan dibayarkan terlebih dahulu.

[Gambas:Video CNN] (Antara/sfr)