Pembangunan Tol Cisumdawu Masih Terkendala Lahan

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 09:50 WIB
Pembangunan Tol Cisumdawu Masih Terkendala Lahan Menko Luhut menyebut pembangunan Tol Cisumdawu terkendala lahan. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penyelesaian proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) terkendala pembebasan lahan. Ia menilai pembebasan lahan itu membutuhkan koordinasi dari seluruh pihak terkait.

"Lagi-lagi masalah tanah. Kami sudah sepakat dengan menteri tadi, penyelesaiannya ada di bupati, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), jadi ada di semua," katanya, Senin (6/1) malam.

Ia menuturkan perkembangan pembebasan lahan bervariasi pada setiap seksinya. Karenanya, ia bilang penyelesaian Jalan Tol Cisumdawu juga bertahap sesuai dengan pembebasan lahan pada seksi tersebut.


"Sekarang sudah 70 persen, lalu 30 persen yang belum. Tapi bervariasi ada yang sudah 77 persen, ada juga yang masih berapa persen," imbuhnya.

Namun demikian, ia menargetkan pada beberapa ruas dapat beroperasi akhir 2020. Jika tol Cisumdawu telah beroperasi maka perjalanan dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati bisa ditempuh dalam kurun waktu 60 menit.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan seksi yang memiliki perkembangan pembebasan lahan cukup baik adalah seksi I, II, III, dan VI. Sedangkan seksi IV dan V pembebasan tanahnya agak lambat.

Untuk diketahui, Tol Cisumdawu memiliki panjang 60,47 kilometer (km) serta memiliki enam seksi. Meliputi, Seksi I Cileunyi-Rancakalong, Seksi II Rancakalong-Sumedang, Seksi III Sumedang-Cimalaka, Seksi IV Cimalaka-Legok, Seksi V Legok-Ujungjaya, dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan.

"Kami harapkan pada Desember 2020 seksi I,II,III, dan VI selesai sedangkan seksi IV dan V kami menggunakan jalan kabupaten, provinsi atau negara yang menghubungkan itu," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Dari survei yang dilakukan Kemenhub, kombinasi jalan tersebut membuat perjalanan Bandung menuju bandara Kertajati dicapai dalam waktu 62 menit -63 menit.

"Karenanya Kemenhub minta bantuan Kementerian PUPR untuk menginventarisasi jalan substitusi dari seksi IV dan V melalui jalan eksisting dan itu bisa dijalankan," ujarnya.

(ulf/sfr)