Sayangnya, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu enggan memberi tanggapan lebih soal risiko sistemik tersebut. Padahal, Sri Mulyani sebagai bendahara negara merupakan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang bertanggung jawab pada risiko sistemik sektor keuangan Indonesia.
"Saya nanti bicara dulu ya sama BPK mengenai hasil audit beliau," ujar Sri Mulyani singkat, Kamis (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Agung menyatakan pihaknya akan mengambil kebijakan yang lebih hati-hati dalam melakukan pemeriksaan dan memilih kebijakan untuk Jiwasraya. BPK juga akan terus membeberkan hasil pemeriksaan secara berkala demi menjaga kepercayaan publik.
"Masalahnya kami ungkapkan, mereka yang bertanggung jawab akan kami identifikasi," tuturnya.
"Selain melakukan perhitungan negara, kami juga akan memeriksa investigatif terhadap Jiwasraya," jelas Agung.
Sejauh ini BPK menyimpulkan ada penyimpangan dari pengelolaan dana investasi di saham dan reksa dana berbasis saham. Selain itu, dugaan penyimpangan juga terjadi dalam pengumpulan dana produk saving plan yang dirilis pada 2013 lalu.
BPK mengindikasikan kerugian dari investasi saham yang dilakukan Jiwasraya sebesar Rp4 triliun, sedangkan reksa dana berbasis saham Rp6,4 triliun.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)