Erick Thohir Bakal Bentuk Holding Rumah Sakit

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 18:16 WIB
Erick Thohir Bakal Bentuk Holding Rumah Sakit Menteri BUMN Erick Thohir akan membentuk holding rumah sakit (RS), kemudian melemparnya ke bursa saham. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bakal melanjutkan pembentukan holding rumah sakit. Setelah dibentuk, induk holding rencananya menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ya kan salah satu metode supaya tata kelola perusahaan itu terjaga dengan go public. Kalau go public semua orang mengawasi," ucap Erick, Kamis (9/1).

Namun, Erick menyatakan masih mengkaji pembentukan skema holding rumah sakit secara matang. Sejauh ini, belum ada hitungan mengenai jumlah rumah sakit yang akan menjadi anggota holding dan perusahaan mana yang menjadi induknya.

"Strukturnya masih dibahas. Pemiliknya nanti BUMN-BUMN yang punya rumah sakit," ujar Erick.

Ia bilang potensi bisnis rumah sakit milik BUMN nantinya akan lebih baik setelah dibentuk holding. Masalahnya, rata-rata rumah sakit BUMN merupakan anak dan cucu dari perusahaan. Ini artinya bisnis rumah sakit bukan jadi fokus utama perusahaan.

Namun, setelah ditelisik, keuntungan yang diraih rumah sakit BUMN terbilang cukup positif. Saat ini saja, lanjut Erick, rata-rata pendapatan rumah sakit BUMN sebesar Rp5 triliun per tahun.

"Nah ini kan cukup potensial. Sayang kalau tidak jadi bisnis utama," terang dia.

Ia berencana menaikkan kualitas dan pelayanan dari rumah sakit BUMN setelah dibentuknya holding. Dengan demikian, masyarakat akan lebih banyak berobat di dalam negeri.

"Di sektor kesehatan itu neraca perdagangan Indonesia defisit sampai US$6 miliar. Bisa dilihat bahwa banyak orang Indonesia mengecek kesehatan di luar negeri. Industri kesehatan di Indonesia mohon maaf belum dipercaya," jelas Erick.

Diketahui, Kementerian BUMN sedang mengevaluasi seluruh perusahaan pelat merah. Erick berencana menggabungkan anak hingga cicit usaha BUMN yang tidak bergerak sesuai dengan bisnis inti (core business) induk usaha.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan pemerintah akan melakukan konsolidasi anak usaha perusahaan pelat merah di sektor pendidikan, khususnya universitas. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan terkait sektor anak usaha BUMN.

Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga akan menggabungkan 85 hotel yang berada di bawah naungan perusahaan pelat merah. Namun, belum ada target yang pasti kapan proses pembentukan holding rumah sakit dan konsolidasi anak hingga cicit usaha akan rampung.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)