Pedagang Pasar Taksir Bisnis Rugi Rp1 T Akibat Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 14:12 WIB
Pedagang Pasar Taksir Bisnis Rugi Rp1 T Akibat Banjir Jakarta Ilustrasi banjir yang mengganggu aktivitas perdagangan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) memperkirakan banjir di Jakarta pada 1 Januari 2020 lalu menimbulkan kerugian hingga Rp1 triliun. Kerugian yang berasal dari menguapnya potensi transaksi itu paling besar dirasakan oleh sektor perdagangan.

"Banjir yang tergolong di luar perkiraan ini sangat memukul pelaku usaha di berbagai sektor seperti ritel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, pengelola taxi, grab dan gojek," kata Wakil Ketua Umum DPP APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Sarman Simanjorang  kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/1).

Ia menyebut ada 400 toko ritel yang diduga terkena dampak langsung dan tidak bisa buka melayani pelanggan. Diperkirakan, omzet ratusan ritel yang tutup saat banjir tersebut mencapai Rp10 miliar per hari.


"Ini belum termasuk toko ritel yang ada di dalam mal dan pasar tradisional. Pusat perbelanjaan atau mencapai di Jakarta ada sekitar 82 Mall dengan rata rata jumlah pengunjung saat libur tahun baruan mencapai 5000 orang yang diprediksi memiliki transaksi mencapai Rp41 miliar," ujar dia.

Berdasarkan data dari APPSI DKI Jakarta, terdapat 28 pasar tradisional yang terkena imbas banjir dengan jumlah pedagang sebanyak 250 per pasar dan total pedagang 7.000 pedagang. Ia memperkirakan total kerugiannya mencapai Rp3,5 miliar.

"Sektor pariwisata mengalami penurunan antara 50 sampai dengan 70 persen yang terdiri dari Ancol, Kota Tua, Monas, TMII dan Kebon Binatang Ragunan serta reastoran," jelas dia.

Kemudian, ada sektor transportasi yang diduga omzetnya turun sebesar 70 persen atau senilai Rp31,2 miliar. Dari hitung-hitungan di atas, kata Sarman, kerugian bisnis di Jakarta selama kira-kira lima hari bisa mencapai Rp675 miliar.

"Ditambah dengan kerugian pedagang pasar sekitar Rp370 miliar, perkiraan kerugian mencapai Rp.1.045.270.000.000," tegas dia.

[Gambas:Video CNN]

Sarman meminta agar semua pihak tidak terprovokasi dengan menghubungkan kasus banjir dengan politik. Sebagai pebisnis ia berharap agar Pemprov DKI bisa mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kami mendukung penuh langkah taktis dan strategis yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah penyanggga Bodetabek agar dapat merumuskan bersama strategi yang akan dilakukan sehingga kita mampu mengurangi dan menghadapi ancaman banjir ke depan agar tidak mengganggu aktivitas bisnis dan masyarakat," tutup dia.

(ctr/sfr)