Edhy Prabowo Klaim Tak Ada Kapal Nelayan China di Natuna

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 17:12 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan yang terlihat di ZEE Indonesia di Natuna hanya kapal penjaga pantai China. Menteri KKP Edhy Prabowo mengklaim tidak ada kapal nelayan China yang berada di ZEE Indonesia di Natuna. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengklaim tak ada satu kapal nelayan China pun yang masuk perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di dekat Natuna, Kepulauan Riau. Ia menyebut kapal yang terdeteksi hanya coast guard atau penjaga pantai Negeri Tirai Bambu.

"Kalau ada, sudah kami tangkap. Kan enggak ada yang kami sisir, enggak ada kapal (nelayan) China. Coast guard-nya ada tapi apa keliatan kapal China yang mana? Anda bisa bedakan kapal China dengan kapal Vietnam," kata Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1).

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu menyebut pihaknya sejauh ini hanya mendeteksi kapal nelayan asal Vietnam. Menurut Edhy, pihaknya juga sudah berhasil menangkap tiga kapal nelayan Vietnam pada 30 Desember 2019.


"Kapal-kapal lain kalau memang waktu itu ada di situ sudah tertangkap. Buktinya ada tiga, tiga saja yang keliatan," ujarnya.

Edhy pun meminta para pihak yang menyebut kapal nelayan China mengeksploitasi ikan di Natuna untuk menunjukkan bukti kepada dirinya. Pasalnya, saat melakukan patroli, pihaknya hanya menemukan dan menangkap tiga kapal nelayan Vietnam.

"Kami mau tahu di mana, kasih tau kami. Kalau ada yang melihat di peta tunjukkan di mana, biar kami bisa datangi," tuturnya.

Lebih lanjut, Edhy meminta tak sembarangan menyampaikan ada ribuan kapal asing masuk ZEE Indonesia dekat Natuna. Menurutnya, jangan memperkeruh suasana yang sebenarnya tak terjadi hal luar biasa di Natuna.

"Kita enggak usah bermain. kalau ada niat untuk menjaga laut kita, mari sama-sama kita jaga. Kasih masukkan kami, enggak usah berdebat di public seolah-olah paling hebat," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Ia menyebut pihaknya akan terus melakukan patroli di wilayah Natuna. Di samping itu, kata Edhy, pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk mengisi nelayan di perairan ZEE Indonesia.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar wilayah Natuna diisi nelayan Indonesia. "Isi ZEE dengan nelayan-nelayan kita ini enggak mudah. Kami enggak bisa membatasi hanya dengan ukuran kapal-kapal tertentu. Karena ZEE mungkin laut terbuka, kami perlu kapal-kapal yang cukup besar. Ini yang harus kami hitung dan rapikan," ujarnya.

Hubungan Indonesia dan China memanas di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri menyampaikan berdasarkan hasil rapat antar-kementerian, Senin 30 Desember 2019, telah terjadi pelanggaran ZEE Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Coast Guard RRT di perairan Natuna.

Atas pelanggaran tersebut, Kemlu telah memanggil Dubes RRT untuk Indonesia.  Dalam pemanggilan itu, pemerintah menyampaikan protes keras atas pelanggaran yang dilakukan China.

Nota diplomatik protes juga telah disampaikan. China menolak protes Indonesia atas pelanggaran perairan Laut Natuna Utara.

(fra/agt)