Moeldoko Jelaskan Program KPR Asabri untuk Prajurit TNI-Polri

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 06:43 WIB
Selain asuransi sosial, PT Asabri (Persero) memiliki layanan lain, seperti PUM KPR atau pinjaman tanpa bunga untuk KPR. Selain asuransi sosial, PT Asabri (Persero) memiliki layanan lain, seperti PUM KPR atau pinjaman tanpa bunga untuk KPR. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain asuransi sosial, PT Asabri (Persero) memiliki layanan lain. Mengutip situs resmi perseroan, program yang ditawarkan Asabri sebanyak enam manfaat. Manfaat tersebut adalah, Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, Pensiun, PUM KPR atau pinjaman tanpa bunga untuk kredit pemilikan rumah, termasuk program Pinjaman Polis.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan saat menjabat menjadi Panglima TNI, ada program pinjaman tanpa bunga untuk KPR dari Asabri.

"Kalau Asabri itu sebagai pembayar uang muka. Jadi, kalau prajurit saya 1.000 yang akan pesan rumah. Nanti Asabri yang akan membayarkan uang muka," ujarnya, Selasa (14/1).


Moeldoko menambahkan, selanjutnya tabungan wajib perumahan (TWP) yang akan mencicil per bulan ke bank. Dia pun menjelaskan pihaknya hanya mendata jumlah rumah yang dibutuhkan. Sisanya, Asabri yang akan menyiapkan kebutuhan rumah, baik di TNI maupun kepolisian.

"Mekanismenya seperti itu. Selama saya menjadi Panglima TNI, enggak ada sih ya persoalan itu muncul. Semuanya baik," ungkap Moeldoko.

Dia menegaskan tidak mengetahui permasalahan di dalam Asabri. Pasalnya, lokasi Markas Besar TNI dan kantor Asabri cukup jauh dan tidak ada kontak langsung.

Moeldoko menegaskan tidak ada jalur koordinasi dengan TNI. Pasalnya, Asabri ada di bawah kendali menteri BUMN.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan dugaan korupsi di Asabri lebih dari Rp10 triliun. Mahfud ingin persoalan ini segera diproses secara hukum agar kebenaran dan kejelasan kasus dana pensiun TNI terungkap. Apalagi ada uang prajurit dan tentara yang telah mengabdi di Asabri.

"Mungkin tidak kalah fantastis dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu (10/1).

Seperti halnya dengan masalah di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asabri juga menempatkan portofolio investasi pada saham yang harganya anjlok, sehingga terjadi depresiasi nilai aset secara drastis milik perusahaan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo mengungkapkan kementeriannya masih bersama-sama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sedang mengkaji akar masalah kegagalan investasi dan nilai kerugian yang diderita Asabri.

Manajemen Asabri membantah sejumlah pemberitaan yang beredar seperti dugaan korupsi di tubuh perusahaan. Manajemen menegaskan kegiatan operasional terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik.

"Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," klaim perseroan dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (13/1).

Manajemen mengungkap telah melakukan penempatan investasi dengan mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

[Gambas:Video CNN] (fra/age)