Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan saat menjabat menjadi Panglima TNI, ada program pinjaman tanpa bunga untuk KPR dari Asabri.
"Kalau Asabri itu sebagai pembayar uang muka. Jadi, kalau prajurit saya 1.000 yang akan pesan rumah. Nanti Asabri yang akan membayarkan uang muka," ujarnya, Selasa (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Moeldoko Angkat Suara soal Asabri |
Moeldoko menegaskan tidak ada jalur koordinasi dengan TNI. Pasalnya, Asabri ada di bawah kendali menteri BUMN.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan dugaan korupsi di Asabri lebih dari Rp10 triliun. Mahfud ingin persoalan ini segera diproses secara hukum agar kebenaran dan kejelasan kasus dana pensiun TNI terungkap. Apalagi ada uang prajurit dan tentara yang telah mengabdi di Asabri.
Lihat juga:Ahok Ajak Moeldoko 'Gebuk' Mafia Migas |
Seperti halnya dengan masalah di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asabri juga menempatkan portofolio investasi pada saham yang harganya anjlok, sehingga terjadi depresiasi nilai aset secara drastis milik perusahaan.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo mengungkapkan kementeriannya masih bersama-sama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sedang mengkaji akar masalah kegagalan investasi dan nilai kerugian yang diderita Asabri.
"Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," klaim perseroan dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (13/1).
Manajemen mengungkap telah melakukan penempatan investasi dengan mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
[Gambas:Video CNN] (fra/age)