Hanson, Perusahaan Properti di Pusaran Korupsi Jiwasraya

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 20:45 WIB
Hanson International yang bosnya terseret dalam kasus gagal bayar Jiwasraya merupakan perusahaan properti. Dirut Hanson Benny Tjokrosaputro ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam kasus gagal bayar Jiwasraya. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama PT Hanson Internasional Tbk mengemuka. Kondisi tersebut terjadi setelah pemilik sekaligus Direksi Utama (Dirut) Hanson Benny Tjokrosaputro ditetapkan Kejaksaan Agung menjadi tersangka dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Lalu, siapa sebenarnya PT Hanson Internasional?

Dilansir dari laman resmi perusahaan tersebut disebutkan Hanson berdiri pada 1971. Awalnya, Hanson merupakan perusahaan tekstil. 


Setelah itu, perusahaan yang memiliki lahan seluas lebih dari 4.900 hektar (Ha)  tersebut merambah ke bisnis properti pada 2013.

Hanson mulai melantai di bursa pada 31 Oktober 1990. Untuk struktur perusahaan, PT Hanson International Tbk memegang 99,99 persen saham.


Sementara sisanya merupakan milik PT Mega Jaya yang memiliki 16 anak perusahaan di bawah Serpong Kencana.

PT Hanson International Tbk merilis tiga laporan keuangan di situs resmi mereka. Laporan tersebut untuk 2015-2017.

Sementara laporan keuangan 2018 sendiri tidak dapat diakses. Pada laporan keuangan 2017 disebutkan perusahaan meraup pendapatan bersih sebesar Rp885,1 miliar dengan uang kas atau setara kas sebesar Rp681,2 miliar. Sementara untuk liabilitas atau utang ditotalkan sebesar Rp3 triliun.

Sejauh ini PT Hanson International Tbk telah membangun lebih dari 16 ribu rumah. Mereka juga memiliki lebih dari 4.900 hektare lahan yang akan dikembangkan di lima lokasi.

[Gambas:Video CNN]

Hanson juga memiliki beberapa proyek besar. Proyek tersebut antara lain Mall Citra Raya 1&2.

Proyek tersebut merupakan garapan PT Hanson International Tbk bersama Ciputra Group dan PT Putra Asih Laksana di atas tanah seluas 880 Ha. Di lokasi tersebut Hanson juga membangun 14 ribu unit rumah dan ruko komersial.

Proyek komersial garapan Hanson lainnya adalah Forest Hill yang terletak di Jalan Raya Dago, Parung Panjang, Serpong. Proyek ini diluncurkan pada 2014 dengan lebih dari 1.600 unit rumah dan ruko terjual.

Tak jauh dari Forest Hill, Hanson juga membangun Millennium City di atas lahan seluas seribu Ha di Cisauk, Tangerang.

(well/agt)