Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 0,38 persen, ringgit Malaysia 0,26 persen, dolar Singapura 0,06 persen, serta lira Turki menguat 0,04 persen.
Selanjutnya, pelemahan juga terjadi pada peso Filipina sebesar 0,13 persen, dan juga dolar Hong Kong beserta dolar Taiwan hang masing-masing melemah tipis sebesar 0,01 dan 0,02 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ariston, kekhawatiran pasar muncul setelah menteri keuangan AS mengatakan tarif impor China tak akan dihapus hingga fase kedua disepakati, yang kemungkinan terjadi setelah pemilu AS nanti.
"Jadi, menjelang penandatanganan kesepakatan, sebagian harga instrumen berkonsolidasi, mungkin juga rupiah terhadap dolar AS. Konsolidasi bisa diartikan tidak terlalu menguat," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (15/1).
"Hari ini rilis neraca perdagangan Indonesia juga bisa menjadi faktor penggerak rupiah. Konsensus defisit sebesar US$470 juta. Rilis defisit yang lebih besar dari konsensus ini bisa menahan penguatan rupiah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.700 per dolar AS pada hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)