"Kami tidak mau pembangunan kantor presiden dan kantor pemerintah itu dibayarin orang. Kami mau dibayar pakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata Luhut dalam acara Coffee Morning di kantornya, Jumat (17/1).
Luhut mengingatkan istana presiden dan kantor pemerintahan merupakan simbol kebanggaan bagi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang 'Untuk klaster-klaster yang lain bisa kita (pemerintah RI dan Softbank) omongin, tapi bukan kalian (Softbank) yang atur'. Kami yang memutuskan," tuturnya.
Rencananya, sambung Luhut, Presiden Jokowi bakal memutuskan skema investasi Softbank di ibu kota baru pada Februari mendatang.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, pembangunan ibu kota baru diperkirakan membutuhkan anggaran Rp466 triliun. Pemerintah akan memulai konstruksi ibu kota baru pada akhir 2020.
Sementara, perpindahan penduduk diharapkan mulai dilakukan paling lambat 2024. (wel/sfr)