Pasalnya, jumlah kekayaan yang dimiliki tokoh tersebut sudah cukup melimpah. Untuk Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) misalnya, total kekayaannya mencapai US$1,4 triliun.
Dengan nilai kekayaan tersebut, kepala negara bahkan mengaku tak bisa membayangkan berapa gaji yang sekiranya patut diberikan kepada Pangeran MBZ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan sejauh ini belum ada niat untuk menambah tokoh internasional menjadi dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru,. Padahal menurutnya, banyak pihak yang tertarik.
Pilihannya hanya jatuh ke Pangeran MBZ, CEO Softbank Masayoshi Son, dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair.
Begitu pula dengan dewan pengarah yang berasal dari dalam negeri. Ia mengatakan para tokoh nasional hanya akan masuk sebagai penanggungjawab dan organisasi Badan Otoritas Ibu Kota (BOI).
"Kami (WNI) penanggung jawab, organisasinya di BOI itu orang Indonesia 100 persen kami semua di situ," tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan sengaja memilih tiga tokoh internasional itu untuk membangun kepercayaan dunia terhadap rencana pembangunan ibu kota negara baru. Pasalnya, pemerintah juga membutuhkan kalangan internasional untuk mengalirkan investasinya ke Indonesia, salah satunya ke proyek ibu kota baru.
[Gambas:Video CNN]
"Yang ingin kami bangun adalah trust, membangun trust beliau-beliau ini yang memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota," ujarnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pemilihan para tokoh ini didasari oleh latar belakang dan pengalaman masing-masing. MBZ misalnya, dikenal sebagai tokoh yang mampu merombak total Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
"Ia membangun kota baru namanya Masdar City. Dia memiliki reputasi yang sangat baik di dunia," imbuhnya.
Reputasi itu, katanya, juga dimiliki oleh Masayoshi Son. Apalagi saat ini, Son tengah memimpin perusahaan telekomunikasi dan media besar asal Jepang, sehingga tak perlu diragukan lagi.
Terakhir, Tony Blair mempunyai reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Ia pernah menjabat menjadi perdana menteri Inggris untuk periode 1997-2007.
Jokowi sendiri telah menetapkan lokasi bagi kawasan ibu kota negara yang baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
(uli/agt)