Rupiah Turun Tipis ke Rp13.645 per Dolar AS pada Jumat Sore

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 16:40 WIB
Rupiah Turun Tipis ke Rp13.645 per Dolar AS pada Jumat Sore Kurs rupiah melemah ke Rp13.645 per dolar AS pada perdagangan Jumat (17/1) sore. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp13.645 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (17/1) sore. Posisi tersebut melemah 0,02 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan Kamis (16/1).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.648 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Kamis (16/1), Rp13.658 per dolar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp13.634 hingga Rp13.660 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina melemah 0,24 persen, lira Turki 0,22 persen, rupee India 0,17 persen, dan bath Thailand 0,12 persen.


Pelemahan terhadap dolar AS juga dialami oleh yen Jepang dan dolar Taiwan masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara, penguatan terhadap dolar AS terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,05 persen, dolar Singapura 0,11 persen, won Korea 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,24 persen, dan yuan China 0,34 persen.

Kemudian, di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau bergerak menguat. Dolar Australia naik 0,08 persen dan poundsterling Inggris 0,26 persen. Sebaliknya, euro keok 0,02 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan secara mingguan, rupiah masih menguat. Tercatat pada Senin (13/1), rupiah dibuka di level Rp13.732 per dolar AS.

"Sentimen positif dari penandatanganan kesepakatan masih membantu penguatan rupiah terhadap dollar AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/1).

[Gambas:Video CNN]

Menurut Ariston, pasar masih menantikan kesepakatan dagang fase II yang belum jelas kapan dimulainya sehingga belum terlihat friksi baru dari AS dan China.

"Menurunnya angka defisit neraca perdagangan Indonesia bulan Desember juga membantu penguatan rupiah pekan ini," tuturnya.

(sfr/agt)