Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.706 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Selasa (14/1), yakni Rp13.654 per dolar AS.
Rupiah tidak sendiri. Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia memang terpantau melemah terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China. Menurutnya, pasar menjadi khawatir karena pernyataan Menteri Keuangan AS yang menyebut tarif barang-barang China tetap diberlakukan hingga kesepakatan dagang fase dua tercapai.
"Pedagang tetap berhati-hati menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan fase satu hari ini karena Menteri Keuangan AS mengatakan tarif barang-barang China akan diberlakukan sampai selesainya perjanjian fase dua," kata Ibrahim saat dihubungi CNNindonesia.com, Rabu (15/1).
[Gambas:Video CNN]
Ibrahim kemudian menjelaskan pasar kini memandang pesimis negosiasi fase dua tersebut. Pasalnya, dikabarkan negosiasi fase dua itu kemungkinan tidak akan dimulai sampai terjadinya pemilihan presiden AS pada bulan November 2020 ke depan.
Ibrahim pun merasa sentimen negatif tersebut akan tetap mempengaruhi pergerakan rupiah hingga Kamis (16/1) esok.
"Dalam perdagangan besok, kemungkinan rupiah masih akan melemah karena dampak dari data eksternal," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah akan melemah di kisaran Rp13.665 hingga Rp13.750 per dolar AS pada perdagangan Kamis (16/1) esok hari.