Jokowi Poles Bandara Komodo Hingga Labuan Bajo Demi KTT G20

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 14:54 WIB
Jokowi Poles Bandara Komodo Hingga Labuan Bajo Demi KTT G20 Presiden Jokowi ingin Labuan Bajo siap untuk perhelatan G20 dan ASEAN Summit pada 2023 mendatang. (Biro Istana Kepresidenan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pengembangan Bandara Komodo dan kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mulai tahun ini demi gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN Summit 2023.

Instruksi ini diberikan kepala negara saat melangsungkan kunjungan kerja ke Labuan Bajo pada Senin (20/1). Hal ini disampaikannya langsung kepada para pembantu yang ikut, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

"Kami ingin mempersiapkan Labuan Bajo untuk G20 dan ASEAN Summit pada 2023, sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan dan disiapkan mulai dari sekarang," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis.

Menurut orang nomor wahid di Indonesia itu, persiapan perlu dilakukan agar Labuan Bajo benar-benar siap sebelum dipromosikan ke pihak luar. Begitu pula ketika proposalnya sebagai lokasi agenda internasional ditawarkan ke kepengurusan G20 dan ASEAN.

Jokowi mencatat beberapa aspek yang sangat perlu dibenahi. Antara lain, infrastruktur, ketersediaan air baku, pemandangan, hingga sampah. Targetnya, semua ini selesai pada tahun ini, sehingga setelah itu promosi besar-besaran bisa dilakukan.

"Sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran," imbuhnya.

Dari sisi ketersediaan air baku, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta Menteri Basuki menambah kapasitas air baku sekitar 100 mililiter per detik. Kemudian, dari sisi sampah, ia ingin kementerian mempersiapkan infrastruktur pengolahan sampah yang terintegrasi, baik untuk sampah darat maupun laut.

Untuk sampah darat, ia meminta Kementerian PUPR membangun alat pembakar sampah yang dioperasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran pada suhu tertentu, sehingga sampah dapat terbakar habis atau dikenal dengan incinerator. Kemudian, membangun tempat pembuangan sampah akhir.

Sementara untuk sampah laut, ia ingin ada kapal-kapal pembersih sampah laut. Aktivitas itu diharapkan mulai pada Februari 2020.

"Yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat kawasan hijau dengan penanaman bibit (nursery). Targetnya, kawasan itu bisa memproduksi lima juta sampai tujuh juta pohon setiap tahunnya.

"Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]


Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Jokowi berharap wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

"Kami harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu," pungkasnya. (uli/bir)