Kepala negara mengatakan para tokoh internasional sengaja dipilih menjadi dewan pengarah untuk membangun kepercayaan dunia terhadap rencana pembangunan ibu kota negara baru. Pasalnya, pemerintah juga membutuhkan kalangan internasional untuk mengalirkan investasinya ke Indonesia, salah satunya ke proyek ibu kota baru.
"Yang ingin kami bangun adalah trust, membangun trust beliau-beliau ini yang memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota," ujar Jokowi, Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masayoshi Son juga mempunyai reputasi yang baik di bidang teknologi, di bidang keuangan. Figur-figur seperti ini yang diperlukan," katanya.
Terakhir, Tony Blair mempunyai reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Ia pernah menjabat menjadi perdana menteri Inggris untuk periode 1997-2007.
Ia ingin ibu kota baru tak hanya mendapat kucuran dana dari investor asing, namun juga teknologi terbaik dari berbagai negara di dunia.
"Di ibu kota negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik," ujar Jokowi dalam pidatonya.
Kepala negara mengatakan investasi di ibu kota baru akan menarik bagi investor asing karena Indonesia ingin kawasan pemerintahan itu dibangun dengan teknologi mutakhir. Selain itu, ia ingin ibu kota baru juga menjadi wadah dari perkembangan inovasi dan kreativitas, namun tetap ramah lingkungan bagi masyarakat.
[Gambas:Video CNN]
"Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi," ucapnya.
Jokowi sendiri telah menetapkan lokasi bagi kawasan ibu kota negara yang baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
(uli/sfr)