Tips Aman Bertransaksi dengan Mobile dan Internet Banking

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 08:24 WIB
Tips Aman Bertransaksi dengan Mobile dan Internet Banking Nasabah perlu memperhatikan aspek keamanan dalam bertransaksi melalui mobile dan internet banking. Ilustrasi. (Istockphoto/LumiNola).
Jakarta, CNN Indonesia --
Aspek keamanan transaksi kembali menjadi sorotan usai kasus pembobolan rekening dan kartu kredit yang menimpa wartawan senior Ilham Bintang beberapa waktu terakhir.

Melalui akun Facebooknya, Ilham bercerita dirinya rugi ratusan juta karena pencurian kartu subsider identity module (SIM).

Kartu SIM Indosat miliknya diambil alih oleh orang tak dikenal. Pelaku mengaku sebagai dirinya dan meminta untuk mengganti kartu SIM di nomor 081680XXXXX.


Indosat kemudian meloloskan pelaku dalam proses verifikasi. Penukaran kartu berujung pada pembobolan rekeningnya di Commonweath Bank dan kartu kredit BNI-nya.

Belajar dari kejadian itu, nasabah perlu lebih berhati-hati dalam bertransaksi perbankan, baik menggunakan telepon genggam (mobile) maupun internet.

Dirangkum dari beberapa sumber, sejumlah hal tak boleh luput agar proses transaksi terjadi dengan aman. Untuk penggunaan internet banking, misalnya. pastikan alamat situs internet banking yang dituju sudah benar dan resmi.

Kemudian, sebisa mungkin gunakan komputer pribadi agar data yang diberikan aman. Jika diharuskan memakai komputer milik orang lain, jangan lupa keluar dari akun sebelum meninggalkan komputer. Supaya lebih aman setelah transaksi, hapus sejarah penelusuran (history) pada browser yang dipakai.

Ketika memakai komputer pribadi, juga pastikan komputer bebas dari virus. Keyboard virtual juga bisa digunakan untuk mencegah peretasan melalui tombol keyboard.

[Gambas:Video CNN]
Jaringan wifi juga penting untuk diperhatikan. Sebab, peretasan maupun penyebaran virus komputer dapat dilakukan melakukan jaringan nirkabel.

Hal serupa perlu diperhatikan dalam penggunaan mobile banking. Sebelum bertransaksi, pastikan aplikasi yang diunduh resmi.

Perlu diingat agar tidak membagikan password, one time password (OTP) maupun data pribadi kepada sembarang orang.

Tak kalah penting, password sebaiknya juga diganti secara berkala agar terhindar dari peretasan.

(fey/sfr)