Virus Corona Buat Emas Antam Lunglai ke Rp769 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 10:25 WIB
Virus Corona Buat Emas Antam Lunglai ke Rp769 Ribu per Gram Harga jual emas Antam berada di posisi Rp769 ribu per gram pada Rabu (22/1) atau turun Rp2.000 dari hari sebelumnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp769 ribu per gram pada Rabu (22/1) atau turun Rp2.000 dari Rp771 ribu per gram pada Selasa (21/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 dari Rp684 ribu menjadi Rp683 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp409 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,66 juta, 10 gram Rp7,26 juta, 25 gram Rp18,05 juta, dan 50 gram Rp36,03 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72 juta, 250 gram Rp179,75 juta, 500 gram Rp359,3 juta, dan 1 kilogram Rp718,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.550,8 per troy ons atau melemah 0,46 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,44 persen ke US$1.551,38 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas akan bergerak di rentang US$1.540 sampai US$1.560 per troy ons dengan kecenderungan melemah pada hari ini. Sentimen utama datang dari kekhawatiran pasar terhadap virus corona yang berasal dari China.

Sejumlah media pemberitaan internasional mengumumkan virus telah menyebar ke beberapa negara. Mulai dari China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga Amerika Serikat.

"Pasar keluar dari (kepemilikan) emas dan masuk ke dolar AS karena kekhawatiran terhadap virus corona yang mematikan dari China, ini sudah masuk AS juga," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).

Kendati begitu, menurutnya, penurunan harga emas tidak akan terlalu tajam karena masih ada sentimen penopang dari kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral AS, The Federal Reserve. The Fed menyuntikkan dana ke pasar senilai US$500 miliar lewat skema repo untuk menstabilkan likuiditas.

"Ini membuat harga emas masih terjaga di kisaran US$1550 per troy ons," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)