Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak menuturkan kenaikan utang perseroan disebabkan penarikan utang untuk membiayai pembelian (divestasi) saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero) akhirnya berhasil mengempit 51,23 persen saham Freeport Indonesia pada Desember 2018 lalu.
Seiring pembentukan holding BUMN tambang, Inalum pun meluncurkan identitas baru, yakni MIND ID. Hal ini berfungsi untuk membedakan fungsi Inalum sebagai holdin tambang dan Inalum sebagai pelaksana operasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi utangnya di PT Inalum untuk beli saham Freeport dan modal kerja PT Timah dan Antam," paparnya.
Pertumbuhan utang itu mengerek rasio utang terhadap ekuitas perseroan sebesar 370 persen menjadi 1,04 kali. Pasalnya, ekuitas tercatat cuma naik tipis 2 persen menjadi Rp75 triliun.
"Karena dari sisi utang naik signifikan sementara EBITDA turun karena terdapat biaya operasi perusahan sehingga net debt to EBITDA naik tinggi secara tahunan," katanya.
Tercatat, earnings before interest, tax, depreciation, and amortization atau EBITDA turun 29 persen menjadi Rp8,9 triliun. Sedangkan net debt to EBITDA terbang 1.285 persen menjadi 4,68 kali.
Ia merinci tingkat bunga dari utang Inalum sebesar 5,9 persen per tahun dimana perseroan menarik pinjaman dalam denominasi dolar AS. Sedangkan, tingkat bunga utang dari entitas anak rata-rata di kisaran 8,5 persen dimana perseroan menambah utang dalam rupiah.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)