Ia menjelaskan Freeport diprediksi bakal menyetor dividen kepada negara sebesar US$1 miliar atau setara Rp14 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS) pada 2022. Artinya, dalam tiga tahun berturut-turut hingga 2025 Freeport bakal menyetor dividen ke negara sebesar US$4 miliar. Jumlah tersebut mampu memenuhi nilai divestasi 51 persen saham Freeport yakni US$3,85 miliar.
"Ini adalah sesuatu yang menjanjikan tetapi itu dalam jangka panjang," katanya di Komisi VII DPR RI, Rabu (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengingatkan, Indonesia resmi memiliki 51,23 persen saham Freeport Indonesia pada 2018 lalu. Sebelumnya negara hanya mempunyai 9,36 persen saham Freeport Indonesia, sementara 90,64 persen sisanya masih dikuasai oleh Freeport-McMoran.
Dari 51,23 persen saham Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) menguasai 26,23 persen secara langsung. Sementara, 25 persen saham sisanya akan dimiliki oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang merupakan perusahaan patungan Inalum dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Mimika dan Pemprov Papua.
Kepemilikan saham IPMM terdiri dari 60 persen dikuasai Inalum dan 40 persen BUMD Papua.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)