Indonesia Balik Modal Caplok Saham Freeport pada 2025

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 20:15 WIB
Indonesia Balik Modal Caplok Saham Freeport pada 2025 Indonesia diperkirakan menerima pengembalian modal akuisisi saham PT Freeport Indonesia pada 2025. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID) Orias Petrus Moedak menyatakan negara akan menerima pengembalian modal atas pembelian saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2025. Pengembalian modal ini diberikan melalui pembayaran dividen oleh perusahaan produsen emas dan tembaga tersebut.

Ia menjelaskan Freeport diprediksi bakal menyetor dividen kepada negara sebesar US$1 miliar atau setara Rp14 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS) pada 2022. Artinya, dalam tiga tahun berturut-turut hingga 2025 Freeport bakal menyetor dividen ke negara sebesar US$4 miliar. Jumlah tersebut mampu memenuhi nilai divestasi 51 persen saham Freeport yakni US$3,85 miliar.

"Ini adalah sesuatu yang menjanjikan tetapi itu dalam jangka panjang," katanya di Komisi VII DPR RI, Rabu (22/1).


Namun demikian, ia bilang Freeport tidak akan menyetor dividen dalam dua tahun yakni pada 2019 dan 2020. Sedangkan pada 2021, setoran dividen belum mencapai US$1 miliar.

Pasalnya, dalam jangka pendek, pendapatan perusahaan tambang di Papua itu bakal merosot mengingat terjadi transisi dari tambang terbuka (open pit) ke tambang tambang bawah tanah (underground mine).

"Apa yang kami lakukan jangka pendek ini memang sesuai perhitungan dan kami memonitor secara ketat dari waktu ke waktu memastikan secara operasional berjalan dengan baik," katanya.

Untuk mengingatkan, Indonesia resmi memiliki 51,23 persen saham Freeport Indonesia pada 2018 lalu. Sebelumnya negara hanya mempunyai 9,36 persen saham Freeport Indonesia, sementara 90,64 persen sisanya masih dikuasai oleh Freeport-McMoran.

Dari 51,23 persen saham Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) menguasai 26,23 persen secara langsung. Sementara, 25 persen saham sisanya akan dimiliki oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang merupakan perusahaan patungan Inalum dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Mimika dan Pemprov Papua.

Kepemilikan saham IPMM terdiri dari 60 persen dikuasai Inalum dan 40 persen BUMD Papua.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/sfr)