Mengenal Sosok Komut PGN Arcandra Tahar

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 15:50 WIB
Mengenal Sosok Komut PGN Arcandra Tahar RUPSLB PGN resmi menunjuk Arcandra Tahar sebagai komisaris utama. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang saham PT PGN (Persero) Tbk mengangkat eks Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai komisaris utama (komut). Pengangkatan itu dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada hari ini, Selasa (21/1).

Dunia migas bukan sesuatu yang baru bagi Arcandra. Selama tiga tahun terakhir, ia mendampingi Ignasius Jonan sebagai wakil menteri ESDM.

Ia bahkan sempat menjadi menteri ESDM pada periode 27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016. Jabatan itu hanya seumur jagung lantaran ia diterpa polemik kewarganegaraan ganda, Indonesia dan Amerika Serikat (AS).


Arcandra menyelesaikan studi strata 1 (S1) pada Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia melanjutkan program master dan doktoral di Texas A&M University, Amerika Serikat (AS).


Usai menyelesaikan pendidikan lanjut, ia lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di luar negeri. Ia mengawali karir sebagai Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center periode 1997-2001. Lalu, ia sempat juga berkarir sebagai Technical Advisor Noble Denton pada 2000.

Kemudian, ia melanjutkan bekerja sebagai peneliti Technip Offshore pada 2001-2006. Setelah itu, ia menjabat sebagai Hydronynamics Lead FloaTec LLC pada 2006-2007 dan Principal dan Presiden Asia Pacific AGR Deepwater Development System tahun 2007-2009. 

Pada 2009-2013, ia menduduki kursi Principal Horton Wison Deepwater.

Sebelum kembali ke Tanah Air sebagai pejabat publik, ia menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan konsultan migas Petroneering pada 2013-2016. Perusahaan itu berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNN]


(ulf/sfr)