Emas Antam Melemah ke Rp768 Ribu per Gram pada Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 10:19 WIB
Emas Antam Melemah ke Rp768 Ribu per Gram pada Akhir Pekan Emas Antam turun Rp4.000 ke level Rp768 ribu per gram di akhir pekan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp768 ribu per gram pada Jumat (24/1) atau turun Rp4.000 dari Rp768 ribu per gram pada Kamis (23/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) menguat Rp3.000 dari Rp683 ribu menjadi Rp686 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp408,5 ribu, 2 gram Rp1,48 juta, 3 gram Rp2,2 juta, 5 gram Rp3,66 juta, 10 gram Rp7,25 juta, 25 gram Rp18,03 juta, dan 50 gram Rp35,98 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,9 juta, 250 gram Rp179,5 juta, 500 gram Rp358,8 juta, dan 1 kilogram Rp717,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.561,6 per troy ons atau melemah 0,24 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,05 persen ke US$1.562,14 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas akan berbalik menguat di pasar internasional pada hari ini. Proyeksinya, harga emas di pasar internasional akan menguat ke rentang US$1.552 sampai US$1.570 per troy ons.

Menurut Ariston, sentimen utama datang dari kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus corona dari China. Virus dikabarkan sudah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Makau hingga Amerika Serikat.

"Kekhawatiran mengenai virus corona masih mengangkat harga emas setelah China melaporkan kenaikan korban tewas karena virus itu semalam," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).

Di sisi lain, sentimen juga datang dari penurunan hasil imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat (US Treasury) bertenor 10 tahun. Imbal hasil terus melemah dari kemarin.

[Gambas:Video CNN]


(uli/agt)