Sensus Penduduk Indonesia Digelar Serentak dengan 54 Negara

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 18:35 WIB
Sensus Penduduk Indonesia Digelar Serentak dengan 54 Negara Indonesia akan menggelar sensus penduduk serentak dengan 54 negara pada 2020. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Indonesia akan menggelar sensus penduduk 2020. Pelaksanaan sensus tersebut akan digelar berbarengan dengan 54 negara lain secara serentak. Beberapa negara yang akan menggelar sensus bersamaan dengan Indonesia adalah Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, dan Malaysia.

Jokowi mengingatkan penyusunan perencanaan dan pengambilan kebijakan kementerian/lembaga (k/l) harus berdasarkan data yang akurat. 

"Saya kalau ragu sering sekali kontak BPS. Kadang-kadang malam, data seperti apa. Tidak sampai satu jam sudah dikirim. Dari situlah sebetulnya perencanaan dimulai," ucap Jokowi.


Orang nomor satu di Indonesia itu mengingatkan data merupakan sumber kekayaan baru bagi Indonesia dan jauh lebih berharga ketimbang minyak. Ia mengibaratkan data seolah 'minyak baru' atau 'new oil' yang bisa membuat suatu negara berkembang.

Karenanya, ia memerintahkan k/l untuk menyusun data yang akurat. Terlebih, tanpa data yang akurat akan sulit untuk mengambil keputusan tepat.

"Data yang akurat penting untuk mengeksekusi program yang tepat sasaran," papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan sensus penduduk dilakukan 10 tahun sekali. Tahun ini merupakan sensus yang akan dilakukan untuk ketujuh kalinya di Indonesia.

"Pertama kali 1961, sensus 2020 ini yang ketujuh," ucap Suhariyanto.

[Gambas:Video CNN]

Ia bilang sensus pada tahun ini akan merujuk pada dua peraturan presiden (perpres) yang dirilis tahun lalu. Aturan itu adalah Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati.

"Jadi tujuan sensus untuk menyediakan data, komposisi, dan distribusi penduduk," pungkas dia.
(aud/sfr)