Jokowi mengingatkan penyusunan perencanaan dan pengambilan kebijakan kementerian/lembaga (k/l) harus berdasarkan data yang akurat.
"Saya kalau ragu sering sekali kontak BPS. Kadang-kadang malam, data seperti apa. Tidak sampai satu jam sudah dikirim. Dari situlah sebetulnya perencanaan dimulai," ucap Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan sensus penduduk dilakukan 10 tahun sekali. Tahun ini merupakan sensus yang akan dilakukan untuk ketujuh kalinya di Indonesia.
"Pertama kali 1961, sensus 2020 ini yang ketujuh," ucap Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN]
Ia bilang sensus pada tahun ini akan merujuk pada dua peraturan presiden (perpres) yang dirilis tahun lalu. Aturan itu adalah Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati.
"Jadi tujuan sensus untuk menyediakan data, komposisi, dan distribusi penduduk," pungkas dia. (aud/sfr)