Jokowi Sebut Hasil Sensus Penduduk Jadi Bahan Proyeksi 2050

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 22:00 WIB
Jokowi Sebut Hasil Sensus Penduduk Jadi Bahan Proyeksi 2050 Presiden Jokowi menyebut hasil sensus penduduk 2020 akan menjadi bahan pertimbangan kebijakan hingga 2050. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan hasil sensus penduduk tahun ini akan menjadi dasar untuk perencanaan di berbagai bidang hingga 2050 mendatang.

"Hasil sensus penduduk 2020 tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan masa kini namun juga membuat proyeksi sampai 2050," ungkap Jokowi, Jumat (24/1).

Karenanya, Jokowi meminta masyarakat ikut berpartisipasi dalam sensus penduduk online pada 15 Februari-31 Maret 2020 mendatang. Kemudian, proses wawancara yang akan dilakukan pada 1-31 Juli 2020.


"Saya juga memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) termasuk di dalamnya pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan kegiatan sensus penduduk 2020," paparnya.

Ia memaparkan jumlah penduduk sekarang sekarang 267 juta orang. Sementara, pemerintah meramalkan jumlah penduduk tembus 319 juta jiwa pada 2045 mendatang.

"Artinya, pertumbuhan tidak cepat tetapi juga jangan sampai juga tidak ada pertumbuhan penduduk karena kami butuh produktivitas," kata Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan sensus penduduk akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Sensus ini juga dilakukan terhadap warga negara asing (WNA).

"WNA yang telah atau akan tinggal selama minimal satu tahun di Indonesia akan didata," ujar Suhariyanto.

[Gambas:Video CNN]

Ia menjabarkan ada dua tahap yang akan dilakukan. Tahap pertama, pencacahan lengkap pada 2020 dan sensus dengan memberikan 22 pertanyaan dasar kepada penduduk, seperti nama, alamat, pekerjaan, dan pendidikan.

Tahap kedua, pencacahan sampel pada 2021 dengan pertanyaan yang lebih detail dari sebelumnya. Semua ini, kata Suhariyanto, akan mempertimbangkan mobilitas, data registrasi, dan kemajuan teknologi yang ada.

"Tahun ini kami juga akan gunakan metode kombinasi dengan data dukcapil sebagai data dasar, tujuannya untuk menghasilkan satu data kependudukan," ucapnya.

(aud/sfr)