"Pada akhirnya masyarakat dunia terutama wilayah yang dekat dengan China itu akan mulai tidak percaya diri melakukan travelling. Jadi yang paling terdampak dari ini adalah bisnis travelling, pesawat, dan lain-lain," ungkap Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Senin (27/1).
Diketahui, wabah virus corona merebak di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke wilayah tersebut, seperti Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Susunan Direksi Baru Taspen |
"Kalau tidak ada penanganan menyeluruh bisa berdampak negatif tapi masih harus lihat beberapa bulan ke depan. Semoga bisa diatasi sehingga orang bisa bepergian lagi dan bisnis lancar lagi," papar Andry.
Sementara, Andry menyatakan dampak virus corona ke ekonomi Indonesia masih kecil. Ini lantaran letaknya yang jauh dari China.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 5,1 persen. Andry bilang salah satu penopangnya berasal dari aliran investasi ke dalam negeri.
"Masih ada peluang BI menurunkan suku bunga acuan ke 4,75 persen dari 5 persen, daya saing meningkat, aliran investasi masuk, pertumbuhan 5,1 persen bisa diraih," terang Andry.
Kemudian, Bank Mandiri meramalkan pertumbuhan ekonomi domestik tumbuh sebesar 5,06 persen pada 2019. Hal itu didukung oleh kenaikan sejumlah harga komoditas dan konsumsi rumah tangga yang lebih baik pada kuartal IV 2019.
"Menurut kami pertumbuhan pada kuartal IV 2019 saja antara 5 persen hingga 5,04 persen itu bisa tercapai," pungkas Andry.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)