Dana Asing Banjiri RI Buat Rupiah Perkasa Tahun Lalu

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 18:55 WIB
Dana Asing Banjiri RI Buat Rupiah Perkasa Tahun Lalu Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan tiga faktor yang membuat rupiah menguat sepanjang tahun lalu. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan penyebab penguatan nilai tukar rupiah. Ia menuturkan setidaknya tiga faktor yang menopang laju rupiah yakni faktor fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan bank sentral dalam stabilitas nilai tukar rupiah, dan mekanisme penawaran dan permintaan di pasar.

Dari sisi fundamental, ia menyatakan tingkat inflasi cenderung terkendali. Pada 2019, tingkat inflasi nasional sebesar 2,72 persen secara tahunan pada Januari-Desember 2019. Ini menjadi yang terendah sejak krisis moneter 1998.

"Faktor fundamental inflasi lebih rendah mendorong secara positif penguatan rupiah," katanya, Senin (27/1).


Selain itu, ia menyatakan arus modal asing (capital inflow) makin membanjiri Indonesia. Tercatat, capital inflow sepanjang 2019 mencapai Rp224,2 triliun. Mayoritas dana masuk melalui obligasi pemerintah.

"Itu menyebabkan nilai tukar rupiah yang sempat tembus Rp14.800 menguat menjadi Rp13.800, bahwa fundamental semakin menguat," paparnya.

Dari sisi kebijakan, ia menilai dengan kehadiran bank sentral di pasar maka meningkatkan kepercayaan pasar kepada investasi di Tanah Air. Imbasnya, mekanisme pasar yaitu permintaan dan penawaran atas rupiah berjalan dengan baik.

"Kami biarkan mekanisme pasar, tetapi jika ada pergerakan pasar tidak sejalan fundamental dan terlalu bergejolak kami tidak segan untuk stabilisasi rupiah di pasar spot," katanya.

Namun demikian, ia memastikan jika apresiasi rupiah terlalu jauh sehingga berdampak buruk pada ekonomi Indonesia, maka bank sentral akan melakukan upaya stabilisasi di pasar. Untuk diketahui, sejak awal tahun rupiah tercatat menguat sebesar 1,81 persen pada Senin (27/1) pukul 17.00 WIB ke posisi Rp13.165 per dolar AS. Namun demikian, rupiah sedikit loyo sore ini sebesar 0,27 persen akibat kekhawatiran pasar atas penyebaran wabah virus corona.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)