"Yang terbaru adalah Corona di China, tentu ini akan menjadi persoalan baru untuk perekonomian dunia. Ini sebuah ketidakpastian," ucap Airlangga, Selasa (28/1).
Kendati begitu, ia belum bisa memproyeksi seberapa besar dampak virus bagi perekonomian dunia. Namun, yang pasti ini menjadi ketidakpastian baru setelah ekonomi global selama ini mendapat ketidakpastian dari perang dagang Amerika Serikat dan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, sambungnya, akan memberikan tekanan bagi sektor pariwisata nasional. Apalagi, China merupakan salah satu penyumbang wisatawan mancanegara bagi Indonesia.
"Sudah pasti pariwisata dari China akan terganggu, itu yang terutama," katanya.
Virus Corona memiliki indikasi flu berkepanjangan dengan deman tinggi. Virus ini pertama kali diketahui di Wuhan, China pada akhir tahun lalu.
Saat ini, setidaknya sudah ada 82 orang meninggal akibat virus tersebut. Lalu, sekitar 2.700 orang terkena infeksinya.
Virus sendiri tidak hanya bersemayam di Wuhan, namun sudah menyebar ke sejumlah negara. Mulai dari Taiwan, Nepal, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kanada, hingga Prancis.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)