Virus Corona Bikin Dana Asing Rp980 M Kabur dari Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 14:58 WIB
Virus Corona Bikin Dana Asing Rp980 M Kabur dari Indonesia BI mencatat aliran dana asing yang keluar dari Indonesia mencapai Rp980 miliar karena sentimen virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal keluar (capital outflow) dari Indonesia mencapai Rp980 miliar sepanjang pekan ini. Kondisi itu tak lepas dari sentimen negatif pasar menyusul merebaknya wabah Virus Corona.

"Kenaikan (kekhawatiran investor) ada di pasar karena berita-berita mengenai Virus Corona. Kelihatan sekali, karena ada penurunan harga saham yang kemudian ada outflow sedikit mengenai Rp0,98 triliun di minggu ini," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (24/1).

Selain karena 'terjangkit' Virus Corona, aliran modal keluar juga disebabkan oleh ketidakpastian global yang muncul dalam seminggu terakhir. Salah satunya, terkait pertemuan raksasa ekonomi dunia yang dikenal dengan G3 Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.


"Ini juga berkaitan dengan kenaikan ketika ketidakpastian global akhir-akhir ini yang berkaitan dengan risiko geopolitik maupun risiko yang terjadi karena G3," paparnya.

Kendati demikian, aliran modal masuk (capital inflow) masih meningkat. Tercatat, hingga 23 Januari 2020, aliran modal masuk mencapai Rp25,79 triliun. Aliran masuk modal tersebut ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 26,1 triliun dan saham Rp 2,57 triliun.

Perry menilai aliran modal masuk tersebut tak lepas dari meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perekonomian Indonesia.

Sebagai informasi, penyebaran Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China kini sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk ASEAN.

Tiga negara di Asia Tenggara telah mengonfirmasi kasus pasien Virus Corona yaitu Singapura, Thailand, dan Vietnam.

[Gambas:Video CNN]

Wabah Virus Corona diduga pertama kali muncul dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan. Virus itu kemudian menyebar sejak 8 Desember 2019 hingga saat ini.

Pasar yang menjadi tempat penyebaran Virus Corona kemudian ditutup pada 1 Januari lalu. Dugaan awal virus itu ditularkan dari hewan ke manusia. Belakangan dilaporkan infeksi virus sudah mencapai tahan antar manusia.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China mencapai 570 orang.

Penyebaran virus corona menyerupai Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menewaskan hampir 650 orang di daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.

(ara/sfr)