"Kenaikan (kekhawatiran investor) ada di pasar karena berita-berita mengenai Virus Corona. Kelihatan sekali, karena ada penurunan harga saham yang kemudian ada outflow sedikit mengenai Rp0,98 triliun di minggu ini," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (24/1).
Selain karena 'terjangkit' Virus Corona, aliran modal keluar juga disebabkan oleh ketidakpastian global yang muncul dalam seminggu terakhir. Salah satunya, terkait pertemuan raksasa ekonomi dunia yang dikenal dengan G3 Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, penyebaran Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China kini sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk ASEAN.
Tiga negara di Asia Tenggara telah mengonfirmasi kasus pasien Virus Corona yaitu Singapura, Thailand, dan Vietnam.
[Gambas:Video CNN]
Wabah Virus Corona diduga pertama kali muncul dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan. Virus itu kemudian menyebar sejak 8 Desember 2019 hingga saat ini.
Pasar yang menjadi tempat penyebaran Virus Corona kemudian ditutup pada 1 Januari lalu. Dugaan awal virus itu ditularkan dari hewan ke manusia. Belakangan dilaporkan infeksi virus sudah mencapai tahan antar manusia.
Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi. Sampai saat ini dilaporkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di China mencapai 570 orang.
Penyebaran virus corona menyerupai Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menewaskan hampir 650 orang di daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003 lalu.