TOP TALKS

Kecintaan Pada Politik Bawa Jerry Sambuaga Jadi Wamendag

Ulfa Arieza, CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 10:20 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga mengaku kecintaannya pada dunia politik telah membawanya ke kursi wakil menteri perdagangan. Wamendag Jerry Sambuaga menyebut kecintaannya pada dunia politik telah membawanya ke kursi wakil menteri perdagangan. (CNN Indonesia/ Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk perwakilan generasi millenial untuk menjadi pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Salah satu milenial beruntung yang mendapatkan amanah tersebut, Jerry Sambuaga.

Ia mendapatkan kepercayaan dari Kepala Negara untuk menjadi wakil menteri perdagangan. Secara khusus, Jokowi menugaskan pria kelahiran Jakarta, 34 tahun silam itu untuk membantunya mengurusi perdagangan dan perjanjian dagang internasional.

Tugas tersebut, sesuai dengan pengalaman Jerry yang kebetulan memang memiliki latar belakang politik internasional. Kepada CNNIndonesia.com, ia mengatakan kepercayaan yang ia dapat dari Jokowi tersebut berangkat dari kecintaannya pada politik.


Kecintaan tersebut telah muncul sejak kecil. Kecintaan tersebut muncul berkat latar belakang keluarga Jerry.

Sebagai informasi, Jerry memiliki ayah berdarah Sulawesi Utara dan ibu Jawa. Perbedaan latar belakang budaya tersebut membuat Jerry kecil tumbuh di tengah keberagaman.

Meski lahir dan besar di Jakarta, saat kecil ia banyak berkunjung ke daerah asal sang ayah, Manado. Dari kunjungan itulah, ia melihat ada ketimpangan besar antara ibu kota dan daerah.

Pengamatan soal ketimpangan itulah yang kemudian memotivasi Jerry untuk terjun ke dunia politik. Ia berharap bisa berperan dalam menyelesaikan ketimpangan yang terjadi dengan terjun ke dunia politik.

"Pemahaman dan ketertarikan tentang politik sudah menjadi bagian dari hidup saya," katanya kepada CNNIndonesia.

Selain latar belakang keluarga, ketertarikan terjadi juga karena dari peran sang ayah, Theo L. Sambuaga. Sebagai pengingat, Theo merupakan politikus Partai Golkar.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ia pernah menjadi menteri tenaga kerja. Di era Presiden BJ Habibie, Theo juga pernah menjadi menteri negara perumahan rakyat dan permukiman.

Ibarat buah tak jatuh jauh dari pohonnya, Jerry sukses mengikuti jejak sang ayah; menjadi politikus dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke kursi eksekutif

Untuk memantapkan langkahnya di dunia politik, ia menimba ilmu. Ia mengambil pendidikan jenjang S1 dan meraih gelar Bachelor of Arts in Politics dari University of San Francisco.

[Gambas:Video CNN]
Jerry lantas melanjutkan ilmu politiknya hingga meraih gelar Master of International Affairs in International Security Policy dari Columbia University. Tak berhenti di situ, ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.

Atas dasar itulah, ia menepis kesuksesannya tersebut bisa diraih karena mendompleng orang tuanya. Menurutnya, semua posisi yang diraihnya dicapai melalui sebuah proses yang profesional.

Peran orang tua hanyalah sebatas pada pendidikan dan nilai budi pekerti dan tempaan hidup yang telah diterapkan kepadanya.

"Saya pikir manusiawi dan lumrah ketika ada ketertarikan terhadap sebuah profesi dimana orang tuanya sudah menggeluti lebih dulu. Saya bangga memiliki orang tua yang aktif di politik dan saya berhasil menduduki posisi tertentu sampai sekarang. Menunjukkan orang tua saya berhasil menempa saya," ucapnya.

Lalu seperti apa kisah hidup Jerry hingga bisa meraih posisinya yang sekarang. Berikut petikan wawancara khusus CNNIndonesia.com dengannya.

Anda menjadi wakil menteri muda dalam Kabinet Indonesia Maju. Bagaimana perasaan Anda bisa mendapatkan amanah sebagai wakil menteri milenial dari Presiden Jokowi?

Tentu merupakan kebanggaan dan kehormatan. Ini bukti Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada generasi muda atau milenial untuk mengambil peran besar dalam penyelenggaraan bangsa dan negara melalui pemerintahan.

Tapi, ini juga sebuah tanggung jawab yang harus diemban dengan sebaik-baiknya,

Sebagai pejabat yang masih muda, apakah Anda memiliki strategi khusus dalam memimpin, mengingat ada pegawai senior dalam birokrasi yang Anda pimpin?

Dalam birokrasi sistemnya sudah terpola dan terbentuk. Jabatan menteri dan wakil menteri adalah jabatan politik. Artinya pejabatnya bisa datang dan pergi, tetapi birokratnya stay karena pejabat karir.

Dan justru di situlah seninya. Sebuah birokrasi yang dipimpin seseorang yang merupakan bagian dari jabatan politik, kemudian memimpin birokrasi yang dilakukan pejabat karir dari birokrat yang sudah lama. Mulai dari mereka mengabdi dua tahun bahkan lebih dari 20 tahun kalau di jajaran eselon I.

Karena dalam eksekusi kebijakan dan menyelenggarakan program tidak hanya melihat hal teknis, data atau angka saja. Tetapi kami juga melihat unsur non teknis, unsur sosial, politik, dan aspirasi dari masyarakat.

Kalau melihat ini semua dari perspektif manajemen, birokrasi sudah terbiasa. Siapapun pemimpinnya, harus melakukan tupoksi dengan sebaik-baiknya. Jadi penyesuaian itu sudah tidak menjadi hal yang asing lagi bagi birokrasi.

Itu membutuhkan tidak hanya teamwork, tetapi juga pemahaman, koordinasi, dan sinergi. So far so good tidak ada masalah.

Apalagi Presiden Jokowi menyampaikan yang ada hanyalah visi misi presiden bukan visi misi menteri atau wakil menteri. Visi misi beliau menjadi tolak ukur dan pegangan kami dalam melaksanakan program teknis, sehingga memudahkan kami semua untuk bisa sinergi dan koordinasi dalam menciptakan program.

Pernah memiliki pengalaman pribadi mendapatkan perlakuan under estimate karena usia Anda yang masih muda?

Puji tuhan, sampai sekarang belum ada. Justru yang saya temui adalah suasana keakraban dan persaudaraan yang semakin membuat kami semua bekerja lebih semangat.

Karena memang siapa pun menteri dan wakil menterinya adalah pimpinan yang harus kerja sama. Terlepas dari apapun latar belakang usia dan profesi. Ketika mendapatkan amanah dari presiden maka bekerja dengan sebaik baiknya. Saya pikir sudah menjadi hal yang lumrah dan tidak menjadi masalah.

Saya pribadi di Kementerian Perdagangan sangat bersyukur di-support oleh teman-teman, baik di eselon I, II, III, dan seterusnya.

[Gambas:Video CNN]

Diperintah Jokowi Urus Perdagangan Internasional

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2