YLKI Desak KPPU dan Kepolisian Usut Kenaikan Harga Masker

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 15:02 WIB
YLKI Desak KPPU dan Kepolisian Usut Kenaikan Harga Masker YLKI mendesak KPPU mengusut kenaikan harga masker di pasaran. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan kepolisian mengusut kenaikan harga masker di pasaran.

"YLKI meminta KPPU untuk mengusut kasus tersebut, karena mengindikasikan adanya tindakan mengambil keuntungan berlebihan (excessive margin) yang dilakukan oleh pelaku usaha atau distributor tertentu. ," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resmi dikutip Kamis (6/2).

Tulus mengungkapkan YLKI banyak menerima pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat terkait melambungnya harga masker di pasaran setelah wabah Virus Corona mencuat.


Tulus mengaku prihatin mendengar kabar harga masker yang melambung. Menurut Tulus, pedagang masker yang mengerek harga jual telah melakukan tindakan yang tidak bermoral. Tindakan itu, sambung Tulus, merupakan bentuk eksploitatif terhadap hak konsumen karena mengambil untung secara berlebihan.

"Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan excessive margin oleh pelaku usaha adalah hal yang dilarang," ujarnya.

Selain itu, YLKI juga meminta pihak kepolisian mengusut dugaan penimbunan masker oleh distributor tertentu demi mengeduk keuntungan yang tidak wajar tersebut. Pasalnya, penimbunan tersebut akan mengacaukan distribusi masker di pasaran. Ujung-ujungnya harga masker melejit.

Padahal, konsumen dalam mengonsumsi barang atau jasa, termasuk masker, berhak atas harga yang wajar.

"YLKI meminta konsumen untuk membeli masker secara wajar, jangan berlebihan, tak perlu melakukan panic buying," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di sejumlah apotek di Jakarta, harga masker jenis N95 kian melonjak selama beberapa waktu terakhir.

Semula, masker per kotak berisi 20 buah dibanderol di kisaran Rp200 ribu-an atau sekitar Rp 20 ribu-an per buah. Namun, saat ini harganya melonjak hingga di atas Rp1 juta per kotak.

(sfr/age)