RI-Australia Genjot Pelaksanaan IA-CEPA dalam 100 Hari

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 13:00 WIB
RI-Australia Genjot Pelaksanaan IA-CEPA dalam 100 Hari Jokowi ingin kesepakatan perdagangan Bebas Indonesia-Australia bisa mulai dilaksanakan 100 hari ini.(CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan Australia akan menggenjot pelaksanaan kesepakatan perdagangan bebas IA-CEPA dalam waktu 100 hari. Rencana percepatan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison Senin (10/2) pagi.

Jokowi mengatakan percepatan pelaksanaan tersebut salah satunya akan dilakukan dengan melaksanakan Australia Business Week yang dipimpin Menteri perdagangan Australia di Indonesia. Selain itu, percepatan juga akan dilaksanakan dengan kunjungan sejumlah perusahaan besar Australia ke Indonesia dan kerja sama pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia oleh Australia.

"Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri Scott Morisson mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia," katanya  dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (10/2).


Indonesia dan Australia meneken kesepakatan perdagangan bebas IA-CEPA pada Maret 2019 lalu. Perjanjian ini akan menghilangkan 100 persen tarif impor Indonesia dan 94 persen tarif Australia secara bertahap.

Kesepakatan perdagangan bebas tersebut menyangkut beberapa bidang, seperti, industri otomotif, tekstil, elektronik , obat-obatan, pertanian, pertambangan dan kesehatan.

Melalui IA-CEPA , Jokowi berharap Indonesia  dan Australia dapat menjadi mitra penting, antara lain di bidang investasi untuk infrastruktur dan juga di bidang pendidikan.

"Di luar IA-CEPA kita juga membahas kemitraan kedua negara dalam konteks Indo-Pacific. Kita mengharapkan bahwa stabilitas perdamaian, kesejahteraan secara merata dapat terus tercipta dan terjaga di kawasan Indo-Pacific," ujarnya.

Sementara Morisson berharap IA-CEPA bisa meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Australia. Ia berharap integrasi ekonomi kedua negara dapat mendatangkan pertumbuhan yang kuat selama kurang lebih sepuluh tahun ke depan.

"Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi yang paling besar di seluruh dunia. Dari kesepakatan yang saling menguntungkan ini akan memastikan bahwa ekonomi kita akan saling terkait selama beberapa lama ke depannya," ujar Morrison.

[Gambas:Video CNN]


(aud/agt)