Sepakati IA-CEPA, Jokowi Ingin Optimalkan Investasi Australia

CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 19:48 WIB
Sepakati IA-CEPA, Jokowi Ingin Optimalkan Investasi Australia Presiden Joko Widodo mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra, Australia, pada Minggu, 9 Februari 2020.(Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) dapat meningkatkan aliran investasi dan nilai perdagangan dari Negeri Kangguru ke Indonesia.

Kedua negara akan membahas implementasi dari kesepakatan IA-CEPA. Pembahasan dilakukan usai Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia mengeluarkan ratifikasi perjanjian kerja sama ekonomi tersebut pada Kamis (6/2) lalu.

"Kami ingin keterbukaan sehingga perdagangan, investasi, pariwisata akan lebih banyak antara kedua negara, Indonesia dan Australia. Arahnya ke situ," ungkap Jokowi di Canberra, Australia, dikutip dari Antara, Minggu (9/2).

Sementara Nota Kesepakatan (Memorium of Understandings/Mou) implementasi IA-CEPA akan dilakukan pimpinan kedua negara pada Senin (10/2) besok. Jokowi akan menyepakatinya dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.


"Ini adalah tindak lanjut, tapi ke arah mana, besok baru akan dibicarakan karena ratifikasi sudah selesai," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan DPR sudah menyepakati rancangan IA-CEPA menjadi undang-undang. Dengan begitu, Indonesia sudah punya landasan hukum yang pasti dalam mengimplementasikan perjanjian kerja sama di bidang ekonomi dengan Australia ke depan.

Berdasarkan ratifikasi UU IA-CEPA, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Australia secara bertahap. Sementara Australia akan menghapus 100 persen bea masuk impor untuk produk asal Indonesia.

[Gambas:Video CNN]



Secara total, ada 6.474 pos tarif bea masuk impor nol persen yang diberikan Australia kepada Indonesia. Dengan pembebasan ini, pemerintah memperkirakan ekspor produk otomotif, seperti mobil listrik dan hybrid akan meningkat.

Kemudian, produk ekspor yang juga akan meningkat, yaitu kayu, furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik. Di sisi lain, negara tetangga juga memberikan penambahan kuota visa kerja dan liburan bagi Warga Negara Indonesia dari 1.000 menjadi 4.100 visa di tahun pertama implementasi IA-CEPA nanti.

Bahkan, kuota akan meningkat sekitar lima persen di tahun-tahun berikutnya. Indonesia juga akan mendapatkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti program magang di industri dan pendidikan kejuruan.

(Antara/gil)