"Dana ini tidak dibelanjakan. Kami terus cari cara dan ikhtiar agar dana yang ditransfer ke daerah tidak hanya pindah akun saja," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (10/2).
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menyatakan jumlah dana yang mengendap sebenarnya sudah lebih rendah dari periode sebelumnya. Menurutnya, pemda sempat mengendapkan dana sampai Rp200 triliun di rekening kas umum daerah (RKUD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan hal ini perlu dilakukan demi meningkatkan ekonomi di daerah. Ujung-ujungnya, perekonomian nasional dapat terangkat.
"Nah, anggaran ini begitu sudah masuk ke desa diharapkan bisa membangun ketahanan ekonomi desa. Salah satunya program padat karya dan berdampak ke masyarakat. Jangan sampai hanya disimpan," kata Tito.
Akibat perencanaan buruk tersebut, dana transfer yang dikirimkan pemerintah ke daerah gagal dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, realisasi dana yang dikucurkan tak sama dengan rencana awal.
"Lalu ada juga yang karena pembayaran dilakukan di belakang," ucap dia.
Ia membantah masalah terjadi karena ulah pemda mencari keuntungan dari bunga bank atas dana yang diendapkan tersebut. Menurutnya, tingkat bunga yang diberikan bank atas dana yang mengendap tersebut kecil.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)