Erick Thohir Ingin Kualitas Layanan RS BUMN Ungguli Swasta

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 19:23 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir ingin rumah sakit pelat merah mampu bersaing dengan rumah sakit swasta. Erick ingin rumah sakit pelat merah mampu bersaing dengan rumah sakit swasta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan rumah sakit pelat merah untuk dapat memperbaiki kualitas layanan. Bahkan, Erick berpesan agar RS BUMN dapat menjadi pelaku utama dalam mengalahkan rumah sakit swasta.

Erick optimistis karena menurutnya inti perusahaan BUMN tak hanya untuk kepentingan bisnis namun juga mencakup pelayanan masyarakat.

"Kalau sistemnya jalan saya yakin BUMN hospital bisa lebih baik dari swasta karena kita tidak ada ego, melayani masyarakat meski bisnis juga, tidak seperti swasta yang pure (murni) bisnis," katanya pada Senin (10/2) di bilangan Tanah Abang, Jakarta.


Dia meminta sinergi antara 57 rumah sakit yang tergabung dalam PT Pertamina Bina Media IHC (Pertamedika) dapat meningkat. Salah satu sinergi yang dimaksud adalah zoning atau pemetaan alat medis. Erick menyebut alat medis yang jumlahnya terbatas dapat dimaksimalkan dengan interkoneksi di seluruh RS yang ada.

Erick juga mengungkap keinginannya untuk menekan laju impor alat kesehatan dan bahan baku farmasi yang saat ini berada di kisaran 93 persen. Untuk bahan baku obat, Erick merinci dua sumber impor terbesar yaitu China sebesar 60 persen dan India sebesar 30 persen.

Erick mengingatkan bahaya akan ketergantungan Indonesia, mencontoh penyebaran Virus Corona saat ini yang mengganggu pintu dagang China dan negara asing lainnya.

"Kalau tidak dikirim (impor), mau buat obat apa?" tukasnya di hadapan ratusan dokter BUMN.

Di kesempatan yang sama, Erick mengatakan bahwa merebaknya Virus Corona mengantarkan bisnis yang tak terduga. Dia mengaku ditawari pesanan dua juta masker oleh perusahaan asal China Suning Group. Meski menggiurkan, Erick mengaku tak mampu menyediakan kebutuhan tersebut sebab masker BUMN telah dikirim ke Hong Kong untuk kebutuhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

[Gambas:Video CNN]

"Hari ini saya ditelepon oleh Suning Group, katanya mau beli (sebanyak) 2 juta, bingung saya mau cari kemana, siapa yang bisa jual," katanya.

Diketahui, stok masker dunia kian langka bahkan warga Singapura memborong masker dari Batam, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana mengatakan sikap warga Singapura tersebut diprotes warga Batam.

Jarak yang dekat antara Singapura dan Batam memudahkan warga negara tetangga untuk membeli masker. Bahkan, menurut Tjetjep, mereka juga memborong sabun cuci tangan kemasan.

(wel/sfr)