Bisnis Warga Lokal China Lesu 'Terinfeksi' Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 09:29 WIB
Bisnis Warga Lokal China Lesu 'Terinfeksi' Virus Corona Virus Corona telah membuat kegiatan bisnis kecil di China tertekan. (NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebaran wabah Virus Corona di China selama dua bulan terakhir telah membuat aktivitas bisnis lokal di China semakin menurun. Penurunan aktivitas tersebut terjadi pada bisnis supermarket, restoran, penginapan, hingga kuil.

Wabah virus telah membuat mereka kehilangan pengunjung. Salah seorang pebisnis lokal yang terdampak adalah Wang Li, pemilik bisnis restoran dan penginapan Yingfangyuan Farmhouse yang terletak di Beijing.

Sebelum virus mewabah, dalam sehari pengunjung restorannya dapat mencapai 80 orang. Keuntungannya yang bisa diraih dari kunjungan tersebut mencapai 10 ribu yuan atau sekitar Rp19 juta di musim liburan, seperti saat Tahun Baru Imlek.


Namun, wabah Virus Corona sekarang ini telah membuat geliat bisnis restorannya menurun. Kini restoran dan penginapannya sepi tanpa pengunjung.  Wang pun hanya bisa pasrah menerima nasib tersebut.

"Kami mengandalkan (bisnis) ini untuk menghidupi kami. Kami hanya bisa menunggu wabah ini berakhir," kata Wang seperti dikutip dari AFP, Senin (10/2).

D titik lain, Kuil Yanshou yang biasanya kedatangan sekitar seribu pengunjung di musim liburan Tahun Baru Imlek juga ditutup. Penjaga kuil Wang Jigang mengatakan situasi akibat penyebaran Virus Corona ini semakin serius, hingga tidak ada umat yang datang mengunjungi kuil.

"Situasinya semakin serius dari hari ke hari, dan akhirnya kami memblokir daerah kuil dengan balok batu," kata penjaga kuil Wang Jigang.

Akibatnya, kuil tersebut tak lagi mendapatkan donasi dari umat atau pengunjung, sehingga Wang berusaha mencari bantuan pemerintah lokal yang dapat mendukung pengelolaan kuil untuk ke depannya.

Nasib sama juga dialami sebagian besar unit usaha di wilayah Changping, Guangdong. Pebisnis tersebut juga tutup karena tidak ada pengunjung menyusul penyebaran wabah Virus Corona yang semakin meluas.

Masyarakat China lebih memilih untuk mengikuti saran pemerintah dan tinggal di rumah. Beberapa jadwal bus dan kereta pun dihentikan sementara.

Melansir AFP, beberapa perusahaan bahkan masih belum mengumumkan kapan akan beroperasi kembali setelah libur musim semi berakhir. Mereka justru mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah.

Adapun supermarket yang mengalami masalah serupa dengan restoran milik Wang yakni Supermarket Shijihualian. Mereka kesulitan menjual produknya, karena tak ada pembeli yang datang.

[Gambas:Video CNN]
Petugas supermarket, Yang, mengungkapkan banyak suvenir spesial Tahun Baru Imlek yang tidak terjual karena warga tak saling berkunjung ke rumah keluarganya akibat virus tersebut.

Sebagian besar warga China memang sudah menyimpan persediaan makanan, sehingga mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah. Dengan demikian, produk seperti sembako yang jadi kebutuhan harian pun tidak terjual.

"Tanpa kerabat untuk dikunjungi tahun ini, akan butuh waktu lama bagi mereka untuk menghabiskan persediaan mereka," kata Yang.

Sementara itu, para analis memperingatkan penyebaran wabah Virus Corona sekarang ini dapat semakin memperburuk ekonomi China yang sudah tertekan akibat perang dagang yang mereka lakukan dengan AS. Untuk itu, bank sentral China (PBOC) mengimbau institusi keuangan agar terus membantu unit-unit usaha kecil yang terdampak.

Maklum, sampai dengan Selasa ini, penyebaran wabah Virus Corona kian mengkhawatirkan. Pasalnya, sampai dengan Selasa ini, virus sudah membunuh lebih dari 1.000 orang dan menginfeksi 42.500 lainnya.

(ang/agt)