Wabah virus telah membuat mereka kehilangan pengunjung. Salah seorang pebisnis lokal yang terdampak adalah Wang Li, pemilik bisnis restoran dan penginapan Yingfangyuan Farmhouse yang terletak di Beijing.
Sebelum virus mewabah, dalam sehari pengunjung restorannya dapat mencapai 80 orang. Keuntungannya yang bisa diraih dari kunjungan tersebut mencapai 10 ribu yuan atau sekitar Rp19 juta di musim liburan, seperti saat Tahun Baru Imlek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasinya semakin serius dari hari ke hari, dan akhirnya kami memblokir daerah kuil dengan balok batu," kata penjaga kuil Wang Jigang.
Akibatnya, kuil tersebut tak lagi mendapatkan donasi dari umat atau pengunjung, sehingga Wang berusaha mencari bantuan pemerintah lokal yang dapat mendukung pengelolaan kuil untuk ke depannya.
Masyarakat China lebih memilih untuk mengikuti saran pemerintah dan tinggal di rumah. Beberapa jadwal bus dan kereta pun dihentikan sementara.
Melansir AFP, beberapa perusahaan bahkan masih belum mengumumkan kapan akan beroperasi kembali setelah libur musim semi berakhir. Mereka justru mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah.
Adapun supermarket yang mengalami masalah serupa dengan restoran milik Wang yakni Supermarket Shijihualian. Mereka kesulitan menjual produknya, karena tak ada pembeli yang datang.
[Gambas:Video CNN]
Petugas supermarket, Yang, mengungkapkan banyak suvenir spesial Tahun Baru Imlek yang tidak terjual karena warga tak saling berkunjung ke rumah keluarganya akibat virus tersebut.
Sebagian besar warga China memang sudah menyimpan persediaan makanan, sehingga mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah. Dengan demikian, produk seperti sembako yang jadi kebutuhan harian pun tidak terjual.
"Tanpa kerabat untuk dikunjungi tahun ini, akan butuh waktu lama bagi mereka untuk menghabiskan persediaan mereka," kata Yang.
Sementara itu, para analis memperingatkan penyebaran wabah Virus Corona sekarang ini dapat semakin memperburuk ekonomi China yang sudah tertekan akibat perang dagang yang mereka lakukan dengan AS. Untuk itu, bank sentral China (PBOC) mengimbau institusi keuangan agar terus membantu unit-unit usaha kecil yang terdampak.
Maklum, sampai dengan Selasa ini, penyebaran wabah Virus Corona kian mengkhawatirkan. Pasalnya, sampai dengan Selasa ini, virus sudah membunuh lebih dari 1.000 orang dan menginfeksi 42.500 lainnya.