Sentimen Domestik Kerek Rupiah ke Rp13.665 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 16:51 WIB
Sentimen Domestik Kerek Rupiah ke Rp13.665 per Dolar AS Sentimen dalam pasar domestik mendorong rupiah menguat ke Rp13.665 per dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp13.665 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (12/2) sore. Posisi tersebut menguat sebesar 0,05 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Selasa (11/2).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.659 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Selasa (11/2), yakni Rp13.686 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, baht Thailand menguat 0,30 persen, won Korea 0,17 persen, dan dolar Taiwan 0,12 persen.


Selanjutnya, peso Filipina juga turut menguat 0,12 persen, diikuti dolar Singapura sebesar 0,04 persen. Di sisi lain, pelemahan terjadi pada yen Jepang 0,25 persen, ringgit Malaysia 0,10 persen, serta lira Turki 0,09 persen, serta yuan China sebesar 0,06 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Terpantau, dolar Australia dan pounsterling Inggris terpantau menguat dengan nilai masing-masing sebesar 0,39 persen, dan 0,18 persen, disusul dolar Kanada dan euro yang juga menguat dengan nilai masing-masing 0,12 persen dan 0,05 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah pada hari ini disebabkan oleh sentimen membaiknya perekonomian domestik.

"Dengan membaiknya data ekonomi dalam negeri baik inflasi, tenaga kerja, cadangan devisa, PDB 2019 maupun NPI, menjadikan pasar kembali optimis sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Ibrahim menilai pemerintah akan melakukan strategi bauran untuk melindungi perekonomian dalam negeri dari wabah Virus Corona yang sampai saat ini masih belum bisa teratasi sehingga berakibat negatif terhadap perekonomian global.

"Oleh karena itu maka pemerintah akan meluncurkan stimulus fiskal sehingga roda perekonomian dalam negeri akan kembali stabil," Ujar Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.720 pada perdagangan Kamks (13/2) esok.

[Gambas:Video CNN]


(ara/age)