Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.707 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (13/2), yakni Rp13.679 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, lira Turki melemah 0,31 persen, yuan China 0,07 persen, baht Thailand sebesar 0,05 persen, dan rupee India melemah 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati menguat tipis, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai penguatan rupiah tidak akan bertahan lama.
Nafan menyebut rupiah kemungkinan akan kembali melemah akibat sentimen negatif dari perkembangan virus Corona yang sampai saat ini belum dapat terselesaikan.
Terlebih, penyebaran COVID-19 tersebut juga pernah disinggung oleh Gubernur The Fed Jerome Powell. Ia menyebut virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu merupakan ancaman besar yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi global.
"Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pelemahan baik pada IHSG maupun rupiah," ungkap Nafan.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)