Sepanjang 2019, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang merupakan indikator pertumbuhan investasi hanya tumbuh 4,45 persen. Angka itu jauh lebih rendah dari realisasi 2018 sebesar 6,64 persen.
"Pertumbuhan investasi, yang mana Pak Bahlil (Kepala BKPM) harus bekerja keras, sangat rendah. Di kuartal IV 2019 investasi hanya tumbuh 4,06 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari ekspektasi kami dimana investasi diharapkan tumbuh di atas 6 persen," katanya, Senin (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap kinerja konsumsi dan investasi akan membaik tahun ini. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi juga akan terkerek naik. Pasalnya, pemerintah telah memberikan berbagai insentif fiskal untuk mendorong laju investasi.
Ia menyebutkan beberapa vitamin yang telah disuntikkan pemerintah antara lain pembebasan pajak (tax holiday), pengurangan pajak (tax allowance), super deduction tax untuk R&D dan pendidikan vokasi. Data Kementerian Keuangan mencatat 153 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas tax allowance pada periode 2017-2019. Rencana nilai investasinya mencapai Rp138 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, sebanyak 67 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas tax holiday pada periode yang sama. Rencana nilai investasinya mencapai Rp1.102 triliun.
Tak hanya itu, bendahara negara telah mendelegasikan kewenangan pengurusan proses pengajuan tax holiday kepada BKPM. Dengan demikian, pengusaha makin mudah mengajukan fasilitas tax holiday.
"Jadi sekarang bolanya ada di tempat Pak Bahlil, kami berharap tentu bisa langsung mencetak gol (mencapai target investasi) setelahnya," ucapnya.