Menkeu Sebut Corona Sampai Pilpres AS 'Hantui' Ekonomi Global

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 15:50 WIB
Menkeu Sebut Corona Sampai Pilpres AS 'Hantui' Ekonomi Global Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap kondisi ekonomi 2020 tidak sesuai dengan harapan dan prediksi. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan beberapa tantangan masih akan menghantui ekonomi global pada 2020. Ketidakpastian tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi ekonomi domestik.

"Memasuki 2020, kita masih menemui banyak ketidakpastian yang akan mempengaruhi outlook ekonomi global tahun ini," katanya, Senin (17/2).

Ketidakpastian pertama adalah pemilihan presiden (Pilpres) AS. Di tengah pesta demokrasi itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi AS justru diprediksi melemah tipis. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2 persen pada tahun ini.


"Tetapi itu bagus karena The Fed akan menurunkan tingkat suku bunga," imbuhnya.

Kedua, ketidakpastian ekonomi global juga dipicu oleh keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit). Setelah tertunda selama empat kali, Inggris akhirnya resmi keluar dari Uni Eropa pada Jumat (31/1).

Ketiga, kemunculan Virus Corona juga mengguncangkan ekonomi China. Kondisi ini, lanjutnya, berpotensi menekan ekonomi global lantaran China merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Salah satu negara yang mulai tampak kena getahnya adalah Singapura.

"Besok Singapura akan menyerahkan anggaran 2020-2021. Mereka menurunkan target pertumbuhan ekonomi mereka di rentang 0,5 persen sampai 1 persen akibat Virus Corona," kata Sri Mulyani.

Kondisi 2020, lanjutnya, tidak sesuai dengan harapan dan prediksi institusi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Mereka memprediksi jika pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan membaik dibandingkan 2019.

IMF misalnya, menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 menjadi 3,3 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2020. Target itu lebih rendah 0,1 persen dibandingkan laporan pada Oktober lalu yakni 3,4 persen.

Karenanya, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan terus berhati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Salah satunya dengan melanjutkan kebijakan yang diimplementasikan pada 2019, meliputi menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, mendorong investasi, memperkuat perlindungan sosial, dan memperbaiki pemerataan keadilan.

"Itu yang akan kami lanjutkan di 2020, tetapi ketidakpastian ini membuat goyah kepercayaan global dimana hal ini perlu mendapatkan perhatian," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)