Kawasan ini berbatasan langsung dengan Timor Leste. Menurut Basuki, persoalan yang merintangi pembangunan hanya permasalahan sepele yang berkaitan dengan patok pembatas negara.
"Iya cuma Oepoli (yang bermasalah)," kata Basuki di Gedung Kemenko Polhukam, Rabu (219/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skemanya sendiri akan menggunakan sistem multi years contract dengan total Rp151,9 miliar. Di wilayah ini terdapat 8.853 penduduk dengan jumlah pelintas 25 orang setiap minggunya.
Sebenarnya kata Basuki, PLBN Oepoli ini termasuk dalam pembangunan Lintas Batas tahap dua. Total ada 11 PLBN yang dibangun selama fase dua ini dan ditargetkan bisa rampung pada 2020.
Untuk fase pertama sendiri telah dibangun sejak 2018 lalu. Sedikitnya ada tujuh pembangunan PLBN terpadu sepanjang 2018 lalu. Yakni tiga PLBN di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Entikong, Badau, dan Aruk, tiga PLBN di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang meliputi Motaain, Motamassin, dan Wini, serta satu PLBN di Provinsi Papua, yakni Skouw.
[Gambas:Video CNN]
(tst/age)