Cadangan Emas Ditemukan di Pulau Sumbawa, NTB

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 16:03 WIB
Cadangan Emas Ditemukan di Pulau Sumbawa, NTB PT Sumbawa Timur Mining (STM) menemukan deposit biji tembaga-emas Onto di Sumbawa, NTB. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Sumbawa Timur Mining (STM) menemukan deposit biji tembaga-emas Onto di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penemuan mineral kelas dunia ini berasal dari kegiatan eksplorasi di wilayah Kontrak Karya proyek Hu'u.

Kegiatan eksplorasi dilakukan sejak 2010 silam. Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013. Kemudian, perusahaan terus menggali hingga 64 lubang pemboran).

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral sebanyak 0,76 miliar ton, terdiri dari 0,93 persen tembaga, 0,56 gram/ton (g/t) emas, dan total sumber daya mineral Tereka sebesar 0,96 miliar ton, masing-masing 0,87 persen tembaga dan 0,44 g/t emas.


Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton yang terdiri dari 0,89 persen tembaga dan 0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton, masing-masing 0,2-0,7 persen tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

Direktur Utama STM Bede Evans mengatakan akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas, termasuk kedalaman dari mineralisasi.

"Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang yang dimiliki proyek Hu'u. Saat ini, proyek Hu'u pada tahap eksplorasi, kami harap dapat melanjutkan proyek ini untuk membangun operasi penambangan kelas dunia di Indonesia," imbuh dia, dalam keterangan resmi, Kamis (20/2).

STM merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ke-7 untuk proyek Hu'u di Kabupaten Dompu, NTB. Perusahaan merupakan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80 persen) dan anak usaha yang 100 persen sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk (20 persen).

Perusahaan menyelesaikan negosiasi amandemen Kontrak Karya dengan Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi. Dengan Amandemen ini, perusahaan berkomitmen untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan blok cave Proyek Hu'u.

Bronto Sutopo, Wakil Direktur Utama STM, menegaskan kembali komitmen perusahaan dan para pemegang saham. "Amandemen pada 2019 dan temuan sumber daya Onto memungkinkan Proyek Hu'u untuk terus dikembangkan. Kami percaya dengan hubungan kerja sama yang erat bersama Pemerintah Indonesia akan menjadi pondasi yang kuat bagi kelanjutan pengembangan Proyek Hu'u."

[Gambas:Video CNN]

(bir)